kumparan
15 Mei 2019 10:33

Iko Uwais soal Tembus Hollywood: Enggak Ada Waktu Buat Angkat Dagu

Iko Uwais
Iko Uwais Foto: Munady
Iko Uwais mengaku merinding setelah nonton film ‘John Wick 3’. Tentu bukan karena cerita film tersebut sehoror The Conjuring, tetapi merinding bangga melihat Yayan Ruhiyan baku hantam dengan keanu Reeves di franchise film box office.
ADVERTISEMENT
“Ini salah satu film studio besar, bukan hanya film independen,” kata Iko saat premiere ‘John Wick 3’ di Plaza Indonesia, Selasa (14/5) malam.
Menurut Iko, kehadiran Yayan dan Cecep memberikan warna baru di film ‘John Wick’. Suami Audy Item itu mengaku sudah menonton film pertama dan sekuelnya.
“Lebih keren ketiga karena ada mereka berdua ya,” puji aktor berusia 36 tahun itu.
Iko Uwais vs Yayan Ruhian
Iko Uwais vs Yayan Ruhian Foto: Munady/kumparan, Abil Achmad Akbar/kumparan
Yayan dan Iko memang tak pernah membayangkan nasib membawanya bersanding dengan sejumlah bintang Hollywood. Yayan yang berasal dari Tasikmalaya, sama-sama merintis karier di film ‘Merantau’ (2009) garapan Gareth Evans. Saat itu film tersebut menarik perhatian, tapi belum memiliki pengaruh kuat di dunia internasional.
‘The Raid’ yang melenggang ke berbagai festival film di luar negeri, kemudian dibeli distributor luar untuk tayang secara global. Sejak itulah nasib Iko, Yayan, dan Joe Taslim berubah. Bahkan Cecep A. Rahman yang baru bergabung di ‘The Raid 2’ ikut kena berkahnya tampil di ‘Star Wars: The Force Awakens’.
Mile 22
Iko Uwais dan Mark Wahlberg di film Mile 22 Foto: STX Films
Iko Uwais dan Audy Item di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat
Iko Uwais dan Audy Item di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Selasa (14/5). Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan
Di antara mereka, mungkin Iko Uwais yang paling menonjol. Ia mendapatkan peran besar ketika beradu akting dengan Mark Wahlberg di ‘Mile 22’, melawan alien di ‘Beyond Skyline’ dan yang terbaru mendapat peran utama di serial garapan Netflix ‘Wu Assassin’ dan beraksi melawan Dave Bautista di film komedi 'Stuber'.
ADVERTISEMENT
Bagi Iko, yang dulunya berprofesi sebagai sopir, semua itu bisa diraih dengan kerja keras.
“Kita merintisnya dari nol. Kita merasakan prosesnya selangkah demi selangkah, tahu prosesnya. Enggak semudah itu Kang Yayan dan Cecep (juga) meraih semua itu. Buat angkat dagu kayaknya enggak ada waktu,” kata pemilik nama lengkap Uwais Qorny itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan