Indonesia Menari 2017 Serentak Digelar di Tiga Kota

Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan Indonesia Menari 2017 yang bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia lebih dekat dengan tarian tradisional yang dikemas secara modern. Indonesia Menari yang diselenggarakan sejak tahun 2012 ini adalah acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun.
Tahun ini, Indonesia Menari dilangsungkan secara indoor dan berlangsung serentak di tiga kota, salah satunya adalah Jakarta yang diadakan di Grand Indonesia, pada Minggu (19/11).
Lebih dari 3 ribu orang yang terdiri dari perorangan, berbagai komunitas generasi muda, sanggar tari, komunitas pecinta tari, sekolah menari bersama di Jakarta, Bandung, dan Solo. Hal ini juga disampaikan Billy Gamaliel selaku perwakilan BBDF, yang mengatakan sebanyak 1.500 orang ikut menari di Grand Indonesia, dan hampir 300 orang tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan kuota yang sudah penuh.
"Melihat antusias dari peserta karena untuk Jakarta sendiri peserta yg menari bersama-sama itu 1.500 orang dengan jumlah pendaftar 1.800-an jadi kita sudah nge-cut 300-an orang untuk enggak bisa ikutan karena kuotanya enggak mencukupi. Jadi melihat dari situ dan mostly semuanya generasi muda sampai anak kecil yang ikuta, kita jadi senang lihatnya," ungkapnya saat ditemui di Grand Indonesia.
Indonesia Menari ini dilangsungkan dengan bentuk tarian massal koreografi yang menggabungkan beberapa gerakan tari tradisional nusantara dan tarian modern, dengan durasi 4 menit yang diiringi musik aransemen Pongky Prasetyo yang menggabungkan lagu daerah dari Aceh (Bungong Jeumpa), Kalimantan Barat (Cik Cik Periuk), Jawa Barat (Cingcangkeling), Maluku (Rasa Sayange), Sulawesi Utara (Si Patokan) dan NTT (Gemu Fa Mi Re).

Sementara itu Indonesia Menari juga menggaet 7 artis ternama sebagai ikon dari Indonesia Menari, tiga di antaranya adalah Yuki Kato, Marcell Darwin, dan Fero Walandouw. Ketiga artis tersebut dipilih lantaran tidak memiliki background penari dan punya tujuan mengajak masyarakat dapat turut serta menari, karena setiap orang bisa menari bila ada kemauan.
"Karena prestasi dan mereka punya image yang baik. Mereka anak muda yang komitmen dan profesional di bidang yang mereka jalani. Kami melihat juga orang menjadikan mereka panutan. Begitu sebutin nama mereka semua, orang langsung teriak. Dari situ kita mau sebarkan virus bahwa mereka saja bisa senang, gampang ikutan menari. Jadi seharusnya semua bisa menari," lanjut Billy.
Persiapan demi persiapan juga dilakukan ketiga artis tersebut, dan siapa sangka artis yang sudah malang melintang di dunia hiburan juga merasa grogi dan malu saat tampil di depan publik. Hal itu pun diungkapkan oleh salah satu bintang film 'Raksasa dari Jogja', Marcell Darwin.
"Awalnya sih malu ya, tapi setelah udah di panggung tebal-tebal aja tuh muka, biasa-biasa saja ya. Basicly biar pun gua enggak bisa menari tapi karena ini gua mau menari. Jadi jangan men-judge kalau seperti apa kata Fero, semua orang itu ternyata bisa untuk nari," ungkap Marcell dalam kesempatan yang sama.

Berbeda dengan Yuki Kato yang punya dasar menari sewaktu SD, walaupun sudah jarang menari, Yuki tetap ingin belajar menari bersama 1.500 orang di acara Indonesia Menari.
"Ini suatu pengalaman yg menarik banget sih, semuanya latihan, dan kita semua latihan. Sebenarnya awalnya gua ditawari ini, gua enggak bisa nari, tapi tiba-tiba setelah gua latihan ternyata bisa biar pun enggak jago, ternyata gua bisa. Selama ini gua enggak bisa menari, tapi setelah dicoba bisa. Jadi buat kalian semua jangan pernah takut untuk menari, karena menari itu enggak susah, menari itu gampang kalau kita mau, yg penting have fun," kata Yuki sambil tersenyum.
