Ingin Kontribusi Kurangi Polusi Udara, Bryan Domani Beralih Naik MRT

6 Agustus 2019 10:27 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bryan Domani dan koleksi dua cincinnya di Genting Dream Cruise. Foto: Achmad Rafiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bryan Domani dan koleksi dua cincinnya di Genting Dream Cruise. Foto: Achmad Rafiq/kumparan
ADVERTISEMENT
Kualitas udara kota Jakarta yang memburuk dalam beberapa waktu belakangan menjadi perhatian banyak orang. Banyak masyarakat yang kemudian memutuskan menjalani gaya hidup yang lebih ramah dengan alam.
ADVERTISEMENT
Hal itu juga dilakukan aktor Bryan Domani. Pemeran film 'Bumi Manusia' ini bahkan sudah sejak lama meninggalkan kendaraan pribadi dan lebih banyak menggunakan transportasi umum untuk menjalani berbagai aktivitasnya.
"Aku emang punya mobil, tapi aku bener-bener pakai itu seminggu sekali kalau butuh banget. Paling seminggu sekali baru aku pakai," kata Bryan Domani saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
Bryan Domani Foto: Munady Widjaja/kumparan
Pemain sinetron 'Siapa Takut Jatuh Cinta' ini sudah lama menyadari jika polusi di Ibu Kota kian parah. Setiap pagi, dengan mata telanjang, ia bisa melihat kabut dari hasil polusi yang menyelimuti langit Jakarta.
Tidak mau hanya berkeluh kesah, aktor 19 tahun ini mengambil langkah yang bisa ia lakukan untuk mengurangi polusi udara.
ADVERTISEMENT
"Karena polusi udara itu buat aku sesuatu yang jika kalian tetap naik mobil tiap hari terus komplain, ya enggak berhak ngomong kayak gitu," ujarnya.
Bryan mengatakan, saat ini transportasi publik di Jakarta sudah semakin baik. Ia mencontohkan MRT yang sangat ramah bagi masyarakat. Hal itu semakin membuatnya nyaman bepergian menggunakan transportasi publik.
"Naik MRT masuk udah dingin, enggak bau, bersih, karyawannya, security-nya baik semua. Jadi buat orang-orang yang enggak suka MRT karena ribet, enggak ada ribetnya malah. Lebih enak menurut aku," kata Bryan Domani.
Bryan Domani Foto: Munady Widjaja/kumparan
"Mungkin enggak dapat kursi (hanya) di waktu-waktu tertentu, tapi dari Lebak Bulus ke HI cuma berapa menit doang. Kalau di mobil tuh bisa berjam-jam macet di mobil," kata dia.
ADVERTISEMENT
Selama ini Bryan melihat banyak kendaraan yang sudah tidak layak jalan tapi masih diperbolehkan melintas. Menurutnya, pemerintah harus mulai tegas untuk melarang kendaraan-kendaraan yang memiliki kadar emisi tinggi beroperasi.
"Apalagi sekarang jumlah kendaraan makin banyak yang masuk, padahal susah padat sekali. Kenapa enggak dikurangi? Karena banyak kendaraan yang sebenarnya sudah enggak layak, kenapa masih dibolehkan. Itu kan yang menyebabkan polusi," tambah Bryan Domani.
Kondisi Langit Jakarta Ketika Polusi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan