Kumparan Logo

Ini Dia Trailer Film Dokumenter Oasis Don't Look Back In Anger

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampilan Grup Musik Oasis saat lakukan konser reuni. Foto: Suzanne Plunkett/ REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Penampilan Grup Musik Oasis saat lakukan konser reuni. Foto: Suzanne Plunkett/ REUTERS

Oasis meluncurkan cuplikan perdana dari film dokumenter terbaru mereka yang bertajuk Don't Look Back In Anger. Dokumenter ini menyoroti perjalanan reuni historis Liam dan Noel Gallagher dalam tur Oasis Live '25 yang menjadi salah satu momen kembalinya grup musik paling diantisipasi tahun ini.

Bersamaan dengan rilis cuplikan tersebut, penjualan tiket bioskop secara global juga telah resmi dibuka. Disutradarai oleh Dylan Southern dan Will Lovelace, film berdurasi dua jam ini diproduseri oleh kreator serial Peaky Blinders, Steven Knight.

Dokumenter ini dijadwalkan tayang di jaringan bioskop global, termasuk format IMAX, mulai 11 September mendatang, setelah melakukan penayangan perdana di Venice Film Festival pada 5 September.

Wawancara Bersama Liam dan Noel Gallagher

Salah satu daya tarik utama dari film dokumenter ini adalah kehadiran sesi wawancara bersama antara Liam dan Noel Gallagher untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. Cuplikan video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan bagaimana kedua bersaudara ini saling berinteraksi di ruang latihan yang awalnya kosong, sebelum diiringi narasi mengenai pengumuman kembalinya Oasis yang sempat menghebohkan dunia musik internasional.

Dalam cuplikan tersebut, Noel sempat menyinggung ketegangan masa lalu yang pernah membuat band asal Manchester ini bubar. Melalui sulih suara, Noel melontarkan pertanyaan reflektif, “Apakah ini akan hancur lagi?” Namun, nuansa emosional segera beralih ketika cuplikan menampilkan konser pembuka mereka di Cardiff, di mana Liam menyebut tur reuni ini sebagai momen untuk membersihkan masa lalu.

video youtube embed

Selain menyajikan aksi panggung, dokumenter ini berfokus pada hubungan emosional antara band dan para penggemar dari berbagai generasi. Noel Gallagher mengakui bahwa dirinya sempat melupakan arti penting sang adik bagi para pendengar setia mereka sebelum tur ini berjalan. Ia mengungkapkan rasa terkejutnya terhadap sambutan luar biasa dari publik yang tidak ia duga sebelumnya.

“Lagu-lagu kami adalah satu hal, tetapi saya sempat lupa apa arti dia (Liam) bagi banyak orang,” ujar Noel dalam salah satu adegan.

Di sisi lain, Liam menegaskan di akhir cuplikan bahwa kembalinya Oasis adalah “kesempatan untuk mengubah narasi tentang band ini.”

Jadwal Tayang Bioskop dan Distribusi Digital

Menurut laporan resmi, selain tayang reguler pada 11 September, pemutaran awal khusus untuk format IMAX akan digelar secara terbatas di wilayah Amerika Serikat dan Kanada pada 9 September. Penonton di Inggris juga sudah dapat memesan tiket melalui berbagai jaringan bioskop lokal. Setelah masa tayang di layar lebar berakhir, Don't Look Back In Anger dijadwalkan akan masuk ke platform layanan pengaliran Disney+ secara global, serta Hulu khusus untuk wilayah Amerika Serikat pada akhir tahun ini.

Steven Knight menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar rekaman konser biasa, melainkan akses eksklusif ke balik layar yang memperlihatkan rekaman pertemuan pertama Liam dan Noel menjelang tur dimulai. Di tengah antusiasme penonton, muncul pula spekulasi bahwa Oasis sedang mempersiapkan jadwal tur tambahan untuk wilayah Inggris dan Eropa pada tahun 2027 mendatang, meskipun Liam sendiri baru-baru ini sempat menolak gagasan mengenai pembuatan album baru.