Ira Riswana Pastikan Suami Tak Intervensi Kasus Kecelakaan Anaknya
·waktu baca 2 menit

Artis Ira Riswana mendampingi buah hatinya, MMI (18), yang harus berhadapan dengan hukum usai menabrak pelajar hingga tewas. Sempat beredar kabar keluarga korban hendak melapor kepada pihak Propam.
Mengingat, suami Ira merupakan seorang polisi. Sehingga, pihak keluarga korban khawatir akan ada intervensi dalam proses perkembangan kasus kecelakaan itu.
Meski demikian, Ira menekankan bahwa pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berjalan. Apalagi sejak awal dia sudah berkomitmen untuk mencari penyelesaian terbaik dalam persoalan tersebut.
"Itu kan keputusan keluarga, kan dari awal Kasatlantas sudah bilang kita akan tegak lurus semuanya. Di sini pun suami saya tidak ada intervensi sama sekali, semua di sini yang urus di Jakarta saya," kata Ira di Polres Jakarta Selatan, Senin (3/4).
Ira juga mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut tak ada kaitannya dengan suaminya. Perempuan berusia 45 tahun itu menekankan bahwa semua orang sama di mata hukum.
"Semua sama di mata hukum. Gini aja ya, mohon maaf, jangankan cuma seorang anak polisi, jenderal bintang dua, sudah terbukti bersalah pasti masuk juga kan," tutur Ira.
"Tidak ada yang dibela, di sini tidak pengaturan apa pun, saya diam bukan karena apa-apa. Saya masih banyak yang dijaga, Saya menjaga psikis anak saya," tambahnya.
Lebih lanjut, Ira juga membantah jika proses kasus tersebut dibilang mandek. Kata Ira, pihak kepolisian masih terus memproses kasus tersebut. Anak Ira juga sudah dimintai keterangan beberapa waktu lalu.
"Kalau tidak ada upaya polisi, itu bohong. Karena dari hari kedua sudah di BAI, saksi-saksi sudah di BAI, bukti-bukti pun sudah ada. Jadi kenapa saya tidak mau ngomong, sebenernya satu menunggu bukti autentik lain," tandasnya.
Berdasarkan keterangan pihak korban, kecelakaan terjadi pada 12 Maret lalu. MMI yang kala itu mengemudi mobil Mercedes Benz (Mercy) menabrak pelajar SMA, Syamil dan Bayu yang sedang berboncengan motor.
Motor yang ditumpangi kedua korban kecelakaan tersebut melaju dari arah Cilandak dan melintas di perempatan lampu merah Ragunan.
Kemudian dari arah Mampang mobil Mercy melaju dengan kecepatan kencang. Hingga kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Akibat kecelakaan itu, Syamil meninggal di tempat kejadian perkara. Sementara, Bayu kini dalam kondisi kritis.
