Istri Gilang Dirga Rayakan Satu Tahun Pernikahan dengan Rilis Single

Satu tahun sudah presenter Gilang Dirga dan Adiezty Fersa menjadi pasangan suami istri. Pada Senin (18/9) kemarin, Gilang dan istri merayakan hari jadinya yang pertama.
Tak hanya sekadar menggelar pesta perayaan, di hari spesialnya itu, Adiezty membuat single berjudul 'Kini (Aku Bebas)'. Selain berperan sebagai suami, presenter berusia 28 tahun itu rupanya turut menjadi produser dalam single terbaru sang istri.
"Prosesnya bermula karena gue melihat dia punya potensi sama ini. Dia bisa menyanyi dari mimpi itu jadi timbul ide buat single. Sebelumnya, dia di girlband cuma pada saat itu, persaingan sangat ketat, jadi sekarang girlband-nya bubar gitu aja," ucap Gilang di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah melihat potensi yang ada di di dalam diri sang istri, Pemain film 'Rumah Kentang' ini pun berniat membuat single untuk mantan personil girlband OMG itu. Menurutnya, proses pembuatan single tersebut memakan waktu sekitar 3 bulan.
"Akhirnya gue memiliki inisiatif buat single. Proses sekitar 3 bulan, rekaman bulan puasa sampai pagi, kemudian dari proses 3 bulan jadi single ini beserta video clipnya," kata Gilang.
Di kesempatan yang sama, Adiezty bersyukur mendapat dukungan dari suami. Presenter 'Dangdut Academy' itu tak hanya sibuk urus soal proses produksi musik, tapi juga ikut bawel soal olah vokal.
"Awalnya sih takut, aku sempat diomelin, sempat baper sama dia. Waktu nyanyi nadanya salah terus, dan dia bilang, 'dibuka sayang mulutnya'. Terus aku langsung mikir, kayaknya enggak bisa kalau dimarahinnya sama dia. Mending dimarahin sama orang lain," cerita Adiez.

Meskipun tergolong galak mengajarkan sang istri dalam bernyanyi, Gilang mengaku sangat mendukung karier Adiez di dunia hiburan Tanah Air.
"Support untuk bini gue, kalau bisa seribu persen, gue mau kasih sepuluh ribu persen. Gue tetap lakukan sesuai passion dia, gue akan tetep usaha supaya dia tetap eksis di entertaiment," imbuh Gilang.

Gilang dan Adiezty merasakan satu tahun menjalani bahtera rumah tangga sebagai proses pendewasaan diri.
"Selama satu tahun menikah yang dirasakan adalah kami romantis-romantisan, ada saling bikin ketawa, ada ngambek-ngambek dan marahan ada. Tapi, emang umurnya masih seumur jagung enggak pantes kita nilai pernikahan kayak apa," katanya.
"Tapi kita berdua terus bertahan satu sama lain. Sisi baik kita harus dipertahankan dan diingat ketika ada hal yang bikin kita marah. Intinya apa yang didapat (selama satu tahun nikah) adalah rasa sayang yang semakin menggebu," sambung Gilang.
