Kumparan Logo

Isyana Sarasvati: Kalau Enggak Ada Musik, Mungkin Aku Bisa Gila

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Isyana Sarasvati ditemui saat merilis single ‘Untuk Hati yang Terluka’ Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Isyana Sarasvati ditemui saat merilis single ‘Untuk Hati yang Terluka’ Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

Tuntutan bagi seorang musisi tentunya tidak sekadar membuat karya, tapi bagaimana karya tersebut juga mendapat apresiasi khalayak. Tak jarang hal itu memberi tekanan bagi musisi.

Hal itu juga dialami oleh penyanyi kenamaan, Isyana Sarasvati. Ia pernah mengalami situasi dimana dirinya merasa tertekan.

Untuk kembali bangkit, perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat ini memiliki cara tersendiri. Salah satunya adalah mendekatkan diri dan terbuka dengan keluarga.

“Karena mereka adalah sosok yang sangat mengenal aku sedari kecil dan bijaksana, yang paling bisa membangkitkan aku lagi, dan yang paling aku percaya,” ujar Isyana saat ditemui di CGV FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (2/9).

“Jadi, kalau aku sampai sudah enggak tahu harus apa lagi, pasti aku akan selalu kembali lagi ke keluarga,” sambungnya.

Penampilan Isyana Sarasvati dalam konser Jazz Atas Awan, Dieng, Jawa Tengah, Sabtu (3/8). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Selain itu, membuat musik juga menjadi cara pelantun ‘Lembaran Buku’ ini bangkit dari titik terendahnya. “Setelah aku mengeluarkan semuanya, lagunya jadi, aku senang sama lagunya, itu otomatis ngerasa lebih baik, gitu,” beber Isyana.

Perempuan berumur 26 tahun ini mengaku dirinya merupakan sosok orang yang introvert. Sejak kecil, dia merasa sulit bercerita kepada orang lain. Sehingga, musik menjadi wadah baginya untuk menyalurkan emosi.

“Kalau enggak ada musik, mungkin aku sudah bisa gila sendiri, karena mau ke siapa lagi. Kalau ke musik kan tidak men-judge ya, tapi mereka menyempurnakan yang aku rasakan,” tutur Isyana Sarasvati.

Penyanyi Isyana Sarasvati saat menjadi brand ambasador di acara kosmetik di hotel Crowne, Jakarta, Rabu, (26/6). Foto: Ronny

Melalui lirik, Isyana bisa menyalurkan apa yang dia rasakan. Sedangkan gelombang hatinya, dia tuangkan dalam melodi lagu.

“Aransemennya seperti apa, sesuai dengan suara hati. Musik itu menyempurnakan suara hati seorang Isyana, yang enggak bisa aku ucapkan ke orang lain,” tutur Isyana Sarasvati.

Lagu terbarunya '‘Untuk Hati yang Terluka’ yang akan dirilis pada November mendatang dikatakan Isyana sebagai salah satu hasil dimana ia menjadikan musik sebagai jalan keluarnya dari keterpurukan.