Jadi Anggota DPR, Tommy Kurniawan Punya Cara untuk Hadapi Kritik

Artis Tommy Kurniawan kini memiliki jabatan baru. Ia resmi menjadi wakil rakyat setelah resmi dilantik sebagai Anggota DPR periode 2019-2024.
Tommy Kurniawan yang diusung PKB dari Dapil Jabar V ini dilantik bersama 575 anggota DPR lainnya pada Selasa (1/10) siang. Bagi Tommy, ini adalah hari yang sangat bersejarah untuknya.
Untuk itu ia mengajak turut serta orang tua, istri serta anak-anaknya untuk ikut hadir dalam pelantikan.
"Saya rayu anak-anak untuk hadir, bahkan saya minta izin ke sekolahnya. Kita kan belum tahu nasib lima tahun ke depan lagi seperti apa, yang jelas saya bilang ke keluarga ini adalah momen bersejarah buat saya," kata Tommy Kurniawan saat ditemui usai pelantikan.
Apalagi, dijelaskan pria 35 tahun ini, sebelumnya ia sudah dua kali gagal melenggang ke Senayan. Dan baru kali ini ia berhasil menembus setelah ia mendapatkan 33.988 suara dalam Pemilu kemarin.
Dikatakan Tommy ini adalah buah dari kesabaran dan istiqamah yang ia jalankan.
"Yang jelas banyak belajar dari yang sebelumnya, alhamdulillah dengan niat yang tulus dan baik, niat yang sekarang dikabulkan," ujarnya.
Untuk saat ini Tommy mengaku belum mengetaui akan ditempatkan di mana dalam masa baktinya di DPR. Namun jika bisa memilih, mantan suami Tania Nadira ini ingin bisa ditempatkan antara Komisi X atau Komisi VI.
Di Komisi X, ia mengaku memiliki concern yang besar terhadap dunia olahraga. Contohnya adalah pembinaan di bidang olahraga dengan sport science.
"Kemudian kalau di Komisi VI itu ada industri koperasi, UMKM. Nah saya penginnya sih dan saya sudah buat platform, mudah-mudahan bisa membuat rakyat menjadi tangguh di masa mendatang," kata dia.
"Tapi ya belum tahu gimana fraksi," tambah Tommy.
Kemudian Tommy mengatakan, dirinya sepenuhnya sadar akan posisinya sebagai wakil rakyat. Ia pun tidak akan mempermasalahkan jika nantinya ia mendapat kritikan dari masyarakat.
Namun sebisa mungkin ia akan menjawabnya dengan melakukan tatap muka dan berdiskusi.
"Ya itu udah risiko (dikritik), tapi saya lebih cenderung untuk kemudian tatap muka dan berdiskusi mengeluarkan kritik dan gagasan. Daripada ribut anarkis dan juga sampai menghancurkan fasilitas umum," ujar Tommy.
Ia punya alasan mengapa mengedepankan dialog. Ia berkaca pada situasi demonstrasi yang berujung ricuh dalam beberapa waktu belakangan.
Bahkan dalam aksi yang terjadi Senin (30/9) kemarin, Tommy sempat mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Ia terjebak di sebuah mall di daerah Senayan saat terjadinya bentrokan.
"Semalam sama istri dan anak yang balita terjebak di mall di daerah Senayan, kebetulan saya lagi mau cari dasi, enggak bisa keluar. Pas kita mau keluar di luar ada kejar-kejaran. Jadi menurut saya adalah jalan terbaik dengan dialog," tuturnya.
