Jadi Korban Penipuan, Tantri 'Kotak' Resmi Buat Laporan Kepolisian

Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh seorang perempuan bernama Popi.
Tantri 'Kotak' mengatakan bahwa laporan kepolisian itu ia layangkan bersama para korban lainnya. Saat ini, mereka tengah menunggu proses hukum berjalan.
“Update kasus tentang Popi itu sudah di-LP. Memang yang meng-LP-kan adalah korban-korban. Saya bersama korban-korban sudah sampai status itu,” ujar Tantri saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Meski laporan telah masuk ke kepolisian, Tantri mengatakan hingga kini keberadaan terduga pelaku masih belum diketahui. Namun, ia mendapat informasi bahwa perempuan tersebut sempat menghubungi beberapa rekan kerjanya sehingga proses pelacakan masih terus dilakukan.
“Sampai detik ini memang orangnya belum (diketahui keberadaannya), nggak tahu di mana. Cuma kabar terakhir kemarin dia sudah berani chat beberapa rekan kerjanya. Sekarang lagi dideteksi posisinya di mana,” ucap Tantri.
Pelantun Pelan-pelan Saja itu mengaku banyak pihak yang memberikan dukungan, termasuk membantu mencari informasi mengenai lokasi terduga pelaku. Dengan begitu, Tantri berharap yang bersangkutan bisa segera muncul dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Banyak banget yang support, banyak banget yang kasih saya bantuan mencari titik lokasi dia di mana dan lain-lain. Jadi saya berharap dia segera muncul dan mempertanggungjawabkan semua hal yang sudah dilakukan,” ungkap Tantri.
Meski mengaku telah berusaha mengikhlaskan kerugian yang dialaminya, Tantri menegaskan proses hukum tetap harus berjalan. Agar nantinya ada bentuk pertanggungjawaban dari pihak yang diduga melakukan penipuan.
“Kalau secara manusiawinya insya Allah saya ikhlas, tapi tetap ada hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Saat disinggung mengenai besaran kerugian yang dialaminya, Tantri enggan mengungkap nominal secara rinci. Ia hanya menyebut kerugiannya mencapai tiga digit atau ratusan juta Rupiah. Ia juga membenarkan uang yang hilang berasal dari salah satu tabungan miliknya.
“Tiga digit, (berasal dari) Salah satu tabungan,” jawab Tantri singkat.
Di balik kerugian tersebut, Tantri mengaku sempat terpukul. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mencoba mengambil hikmah dari musibah yang menimpanya.
“Awalnya iya, tapi akhirnya saya mencoba untuk setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Saya berpikir mungkin ini salah satu hal yang Allah mudahkan saya untuk bisa membersihkan harta. Jadi saya belajar banyak dari kasus ini,” kata Tantri.
Tak hanya sekadar mencari keadilan untuk dirinya sendiri, Tantri juga mau mencegah agar tidak ada lagi korban baru dalam perkara. Terlebih, ia menerima laporan bahwa terduga pelaku diduga telah melakukan aksi serupa sejak 2017.
“Yang laporan ke saya itu ternyata sudah jadi korban sejak 2017. Mereka tidak melanjutkan ke hukum karena alasan tertentu. Nah, mereka minta tolong saya untuk mengangkat lagi kasus ini karena khawatir ke depannya dia akan melakukan hal yang sama. Jadi saya nggak kepengin ada korban lain,” pungkasnya.
