Kumparan Logo

Jadi Napi di Miracle In Cell No. 7, Indra Jegel Bingung Cari Gaya Sangar

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Poster film Miracle in Cell No. 7. Foto: Dok. Falcon Pictures
zoom-in-whitePerbesar
Poster film Miracle in Cell No. 7. Foto: Dok. Falcon Pictures

Komika Indra Jegel sempat bingung untuk mencari gaya yang cocok terkait perannya sebagai narapidana di film Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia.

Dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu, Indra Jegel memerankan Japra, sosok penjahat yang berada di penjara.

Pria 32 tahun itu merasa kesulitan untuk terlihat sangar terkait perannya di film Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia.

"Saya sempat mikir kalau orang di penjara kan kekar, kayak bang Tora (Tora Sudiro), tuh, looks-nya tatoan atau Pakde Indro (Indro Warkop), kan besar, rambutnya dihitamkan. Nah, aku ini paling kecil sendiri badannya," kata Indra saat ditemui di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Cuplikan film Miracle in Cell No. 7. Foto: Dok. Falcon Pictures

Indra Jegel Dapat Pencerahan dari Sutradara Film Miracle In Cell No.7

Indra kemudian berkonsultasi dengan Hanung. Setelah itu, ia mendapat pencerahan terkait gaya penampilan Japra.

"Katanya (Hanung Bramantyo) gondrongin saja rambutnya dan kumisnya enggak usah dirapiin," tuturnya.

Indra mengatakan bahwa penampilannya dalam film Miracle In Cell No. 7 merupakan sesuatu yang baru untuk dirinya. Ia sempat merasa risih.

"Ya, itu, tuh, lumayan gatal lah punya rambut panjang dan kumis berantakan, itu kayaknya rambut tergondrong di hidupku," ucapnya.

Film Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia akan tayang di bioskop pada 8 September mendatang. Selain Indra Jegel, film ini juga dibintangi oleh Vino G Bastian, Graciella Abigail, Indro Warkop, Tora Sudiro, Rigen Rakelna, Bryan Domani, Denny Sumargo, dan Marsha Timothy.

Perilisan meriah OST film Miracle In Cell No. 7 yang berjudul Balon Udara. Foto: Dok. Istimewa

Film Miracle In Cell No. 7 berkisah tentang perjuangan seorang ayah dengan keterbatasan mental yang hidup berdua dengan putri semata wayangnya.

Hari-hari Dodo Rozak (Vino G Bastian) dirawat dan dijaga oleh putrinya yang masih berusia anak-anak bernama Kartika.

Kendati demikian, sebagai seorang ayah, Dodo Rozak tetap mau berusaha untuk mencari nafkah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan sang putri, Dodo berjualan balon setiap harinya.

Dodo dituduh telah melakukan tindakan asusila hingga pembunuhan terhadap seorang gadis kecil bernama Melati. Lantaran hal itu, Dodo terpaksa harus mendekam di balik jeruji penjara.