Kumparan Logo

Jarang Nongkrong saat Remaja, Teguh Vagetoz Akui Lebih Senang Menemani Ibunya

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vokalis band Vagetoz, Teguh Permana. Foto: Instagram/@teguhpermana411
zoom-in-whitePerbesar
Vokalis band Vagetoz, Teguh Permana. Foto: Instagram/@teguhpermana411

Teguh Permana alias Teguh Vagetoz sudah jarang tampil di layar kaca. Pelantun Betapa Aku Mencintaimu fokus ini merawat sang ibunda tercinta yang tengah terserang stroke akibat penyumbatan pembuluh otak.

Teguh mengaku dirinya tak keberatan memberikan seluruh waktunya secara penuh untuk menemani sang ibunda. Sejak masih remaja, Teguh sudah melakukan hal yang sama.

“Orang mungkin mengira seorang Teguh hanya anak band, yang mungkin anak band itu selalu nongkrong bareng, kalau aku ini mainnya cuma sama Vagetoz saja,” ucap Teguh Vagetoz dalam program Rumpi yang tayang pada Selasa (11/8).

Vokalis band Vagetoz, Teguh Permana. Foto: Instagram/@teguhpermana411

Ya, masa remaja Teguh memang tak seperti anak muda seusianya saat itu. Dia mengaku jarang sekali berkumpul bareng teman-temannya, dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama sang ibunda.

“Ketika pulang ke rumah saya habiskan waktu bersama mama saya, ngajak jalan, ajak makan mama saya ke mana mana gitu, selalu sama mama saya,” ucap Teguh.

“Bahkan sama teman-teman di Sukabumi pun saya jarang ketemu bukannya apa-apa, saya demi nemenin mama saya,” tambahnya.

Menurut Teguh Vagetoz, sejak sang ayah meninggal dunia, ibunya memilih untuk tak menikah lagi. Sejak saat itu, Teguh bertekad untuk selalu ada di samping sang ibu.

instagram embed

“Ya namanya mama saya sendiri semenjak saya SD kelas enam, papa saya meninggal, mama saya enggak nikah lagi, saya nemenin, ya kayak saling menguatkan gitu,” ungkap Teguh.

Kata Teguh, sejak saat itu, sang ibunda harus menghidupi Teguh dan saudara kandungnya sendirian. Teguh ingat betul momen ketika sang ibunda yang aktif di pengajian berusaha menghidupi keluarga mereka sendirian.

“Saya ingat pernah saya masih SMP ya, beliau kayak pernah bawa makanan punya orang, beliau jualin, tapi kalau saya tanyakan ini punya siapa, dia kayak... aku tuh nggak boleh tahu gitu, masih ingat banget, dulu mungkin ya itu perjuangan seorang ibu yang sampai kapan pun kita enggak bisa balas,” tandasnya.

Teguh Vagetoz juga ingat pesan sang ibunda setiap dia akan menjalani pekerjaannya sebagai musisi. Kata Teguh, sang ibu selalu mendoakannya dengan tulus.

“Saya menyaksikan banget beliau ibadahnya tuh kalau tiap malam tuh beliau tidur sebentar doang, doakan benar-benar, jadi memang kalau kesuksesan saya itu nggak lepas dari doa beliau,” pungkasnya.