Jay Z Ungkap Jati Diri Ibunda Lewat Album '4:44'

Baru-baru ini, Jay Z baru saja resmi merilis album barunya yang bertajuk '4:44'. Banyak lagu di album tersebut yang sifatnya personal sesuai dengan kehidupan rapper berusia 47 tahun itu, seperti secara tidak langsung meminta maaf kepada Beyoncé, istrinya, saat ketahuan selingkuh, insiden di elevator bersama adik Beyoncé, Solange, hingga mengajarkan Blue Ivy Carter arti dari makna warisan.
Ternyata, ada satu lagu lagi yang sangat dekat dengan kehidupan pribadinya itu. Gloria Carter, ibundanya, membuka jati dirinya lewat lagu berjudul 'Smile'. Di awal lagu, Jay Z menyebut bahwa ibunya itu adalah seorang pencinta wanita.
Mama had four kids, but she's a lesbian
Had to pretend so long that she's a thespian
Had to hide in the closet, so she medicate
Society shame and the pain was too much to take
Cried tears of joy when you fell in love
Don't matter to me if it's a him or her

Gloria membalas ucapan putranya dengan membaca puisi di akhir lagu.
Living in the shadow. Can you imagine what kind of life it is to live?
In the shadows people see you as happy and free, because that’s what you want them to see. Living two lives, happy but not free.
You live in the shadows for fear of someone hurting your family or someone you love.
The world is changing and they say it’s time to be free.
But you live with the fear of just being me.
Living in the shadow feels like the safe place to be. No harm for them, no harm for me.
But life is short, and it’s time to be free. Love who you love, because life isn’t guaranteed.

Kepada iHeart Radio beberapa waktu lalu, Jay Z mengutarakan makna di balik lagunya tersebut. Pelantun 'Empire State of Mind' ini mengatakan bahwa manusia akan mengalami saat-saat yang buruk. Namun saat terburuk ini bisa membawa kita ke dua tempat yang berbeda.
"Itu akan membawamu ke tempat di mana kau terjebak pada suatu kebiasaan atau itu akan membuat masa depanmu lebih baik karena kamu telah mengalami hal-hal seperti ini," kata Jay Z seperti dilansir NME.
Walaupun ini kali pertama Jay Z mengungkapkan jati diri ibunya lewat albumnya, sesungguhnya ayah tiga anak ini sudah lama mendukung persamaan hak LGBT. Dalam sebuah wawancara dengan CNN tahun 2012, suami Beyoncé ini menyatakan dukungannya terhadap hal tersebut.

Saat itu, Jay Z sedang membicarakan mengenai pernikahan sesama jenis yang kala itu akan dilegalkan Presiden Barack Obama.
"Aku selalu mengira (tidak mengizinkan pernikahan sesama jenis) sebagai sesuatu yang menahan kemajuan negara. Apa yang orang lakukan di rumah mereka sendiri adalah urusan mereka sendiri, dan kamu dapat memilih untuk mencintai siapapun yang kamu cinta. Itu urusan mereka. Ini tidak berbeda dari mendiskriminasi kaum kulit hitam. Ini sebuah diskriminasi, sederhana," ujarnya kepada CNN.
Jadi, ini adalah sebuah bentuk dukungan Jay Z kepada ibundanya dalam membiarkannya mencintai siapapun yang Gloria inginkan, baik itu perempuan atau laki-laki.
