Jennifer Lopez Digugat Rp 2,3 M karena Posting Foto Dirinya di Instagram

Penyanyi sekaligus aktris Jennifer Lopez tersandung masalah hukum. Baru-baru ini, dia digugat oleh seorang fotografer bernama Steve Sands sebesar USD 150 ribu atau Rp 2,3 miliar.
Dilansir E! News berdasarkan dokumen pengadilan, Sands menuduh penyanyi dan perusahaan produksinya Nuyorican Productions atas pelanggaran hak cipta.
Gugatan federal mengutip bahwa Lopez menggunakan foto yang diambil oleh Sands untuk mempromosikan merek Nuyorican Productions di Instagram, tanpa meminta izin atau memberikan kompensasi.
Foto yang diunggah pelantun Papi tersebut diunggah ke Instagram pribadinya pada 22 Juni 2017. Hingga kini, foto tersebut telah memiliki lebih dari 656 ribu likes.
"Tergugat (Jennifer Lopez) tidak melisensikan foto dari penggugat (Steve Sands) untuk situs web-nya, juga Tergugat tidak memiliki izin atau persetujuan Penggugat untuk menerbitkan foto di situs web-nya," bunyi gugatan Sands.
Sands mengajukan gugatannya di Pengadilan Federal Manhattan, AS, diwakili pengacara Richard Liebowitz. Pada E! News, Liebowitz memberikan komentarnya.
"Ini adalah contoh selebriti yang menggunakan foto-foto fotografer tanpa izin untuk demi kepentingan brand diri mereka di media sosial. Jumlah likes pada foto yang diterima ditambah dengan jumlah pengikutnya di media sosial adalah alat untuk mengkomersilkan postingan mereka," jelasnya.
Sebelumnya, tahun 2019, penyanyi lagu Love Don't Cost a Thing ini juga sempat digugat oleh Splash News dan Picture Agency karena mengunggah foto kekasihnya, Alex Rodriguez, ke Instagram Story-nya. Padahal, postingan-nya tersebut diunggah pada tahun 2017.
Beberapa waktu lalu, Jennifer Lopez dan rumah produksinya juga digugat oleh wanita bernama Samantha Barbash senilai USD 40 juta atau sekitar Rp 623 miliar. Barbash mengklaim bahwa karakter Ramona yang diperankan Lopez di film Hustlers didasari atas dirinya dan hal itu dilakukan tanpa seizinnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Lopez belum mau memberikan keterangan apapun terkait kasus yang menimpanya.
---
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
