Joe Taslim Ungkap Perbedaan Gaya Penyutradaraan Film Hollywood dan Asia
ยทwaktu baca 2 menit

Aktor laga ternama Indonesia, Joe Taslim, telah membintangi berbagai film laga yang digarap oleh sutradara dari berbagai negara, seperti Timo Tjahjanto, Gareth Evans, dan Kenji Tanigaki.
Menurut Joe Taslim, ada perbedaan mencolok antara gaya penyutradaraan film laga Hollywood dan Asia. Ia menjelaskan sutradara seperti Gareth Evans, yang menyutradarai The Raid, memiliki pendekatan yang sangat nyata.
"Gareth Evans di The Raid itu sangat mencoba approach, real ya. Approach dia tuh grounded, real," kata Taslim dalam acara kopi darat di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/9).
Joe Taslim soal Gaya Penyutradaraan Timo Tjahjanto
Dalam film The Raid, penonton tidak banyak melihat gerakan akrobatik yang kini sering ditemukan di film laga modern. Fokusnya lebih pada pertarungan yang terasa nyata.
Berbeda dengan Gareth, sutradara seperti Timo Tjahjanto memiliki gaya yang serupa, tetapi dengan sentuhan yang lebih stylish.
"Timo pun agak mirip, cuma Timo mungkin lebih stylish. Dalam artian, gambar dia tuh lebih ada pengaruh mungkin dari film-film Jepang, sangat-sangat stylish," tutur Joe.
Lebih lanjut, Taslim menyoroti gaya film laga dari Jepang yang dikenal dengan kompleksitas manuver dan pengaruh anime yang kuat. Hal ini dirasakan oleh Joe Taslim saat mengerjakan film terbaru dari sutradara Jepang, Kenji Tanigaki, berjudul The Furious.
"Gerakan yang dibawakan lebih rumit, banyak berfokus pada manuver, dan sangat terpengaruh anime," ucap Joe.
Joe memberi contoh film Rurouni Kenshin untuk menggambarkan hal ini.
"Jepang itu, kalau nonton Rurouni Kenshin, kan kita lihat gerakan samurai main pedang itu bisa dia lari, itu dia muter, kayak kakinya cepet banget," ungkap Joe.
Menurut aktor berdarah Palembang ini, produksi Hollywood sangat mementingkan keamanan aktornya dalam melakoni adegan laga.
"Hollywood sangat safe. Mereka memikirkan asuransi, overwork juga enggak boleh. Sangat memanjakan juga," ujar Joe.
Sebaliknya, Joe menyebut gaya penyutradaraan Asia itu aktornya dilepas, dan harus melakukan semuanya sendiri.
"Pada saat kita melakukan sendiri, itu gambar enggak bisa bohong. Asia, Indonesia termasuk, kualitas aktor itu terlihat lewat aktingnya. Aku lebih senang, karena di Asia style itu kualitas sama rasa, jadi puas," tutup Joe.
