Entertainment
·
2 Oktober 2019 11:28

'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis

Konten ini diproduksi oleh kumparan
'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis (184494)
Poster film 'Joker' Foto: Instagram @wbpictures
DC Extended Universe (DCEU) bisa dibilang gagal mengimitasi Marvel Cinematic Universe (MCU) dari Disney dan Marvel Studios. Namun, Warner Bros. memang sukses membuat film stand alone dari berbagai superhero DC Comics, seperti 'Wonder Woman', 'Shazam!', dan 'Aquaman'.
ADVERTISEMENT
Ingin tampil beda, sutradara Todd Phillips justru membuat film 'Joker', salah satu musuh bebuyutan Batman yang kerap dijuluki sebagai 'The Clown Prince of Crime'. Dilansir Cinema Blend, sosok Joker terinspirasi dari film 'Taxi Driver' garapan Martin Scorsese dan novel 'The Killing Joke'.
Ia pun mendaulat aktor Joaquin Phoenix sebagai pemeran Joker yang dalam film, memiliki nama asli Arthur Fleck. Perlu diketahui, nama Arthur Fleck 100 persen buatan Phillips yang juga bertugas sebagai penulis naskah, mengingat tokoh Joker dalam komik tidak pernah punya nama asli.
'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis (184495)
Adegan film 'Joker' Foto: YouTube.com/Warner Bros. Pictures
Beberapa filmmaker juga pernah melakukan hal serupa, seperti Tim Burton, sutradara film 'Batman' (1989), yang memberi nama asli Jack Nappier pada tokoh Joker, juga Bruno Heller, kreator serial 'Gotham', yang memunculkan dua Joker sekaligus, Jerome dan Jeremiah Valeskha.
ADVERTISEMENT
Film ini bercerita tentang seorang pria paruh baya bernama Arthur Fleck yang berupaya menjadi seorang stand up comedian sukses. Namun, kondisi politik, sosial, dan ekonomi kota Gotham yang berantakan pada akhirnya menyulitkan langkah Arthur.
Semua kesulitan dan rintangan inilah yang membuat pandangan hidup Arthur berubah. Ia pun mulai beralih dan menjelma menjadi seorang Joker.
'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis (184496)
Cuplikan adegan di film 'Joker' Foto: YouTube/Warner Bros. Pictures
Apa saja masalah yang terjadi di Gotham? Mengapa Arthur bisa terpengaruh dan terpuruk karena masalah itu? Bagaimana pula proses peralihan Arthur menjadi Joker? Untuk mengetahui semua hal itu, silakan tonton sendiri film 'Joker' yang rilis serentak di seluruh dunia mulai hari ini, Rabu (2/10).
Rasanya, film 'Joker' benar-benar membuat Warner Bros sukses pecundangi Disney dan Marvel Studios yang tahun ini untung besar berkat film 'Avengers: Endgame'. Tanpa jagoan berkostum mutakhir dan alien jahat dari luar angkasa, 'Joker' menawarkan kisah yang lebih membumi dan dekat dengan problematika sosial, khususnya di negara berkembang.
'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis (184497)
Film Joker. Foto: Dok. Imdb
Meski selama ini film-film 'Batman' selalu bertempat di kota Gotham, belum ada yang berhasil memberi penggambaran detail. Padahal, Gotham adalah simbol sempurna dari negara berkembang dengan kesenjangan sosial yang amat parah.
ADVERTISEMENT
Di Gotham, ada keluarga Wayne yang kaya raya, namun ada banyak rakyat miskin dan gelandangan. Masalah-masalah di kota itu juga tidak pernah lepas dari penguasa rakus yang korup, gila jabatan, dan menghamba pada uang.
Selama ini, film-film Batman selalu menggunakan sudut pandang dari tokoh Bruce Wayne atau sang manusia kelelawar. Meski Bruce menjadi Batman setelah menderita karena ayah dan ibunya, Thomas dan Martha Wayne, ditembak mati oleh seorang kriminal, ia tetap anak dari keluarga kaya raya yang memiliki segalanya.
'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis (184498)
Poster film 'Joker' Foto: Instagram @toddphillips1
Melalui tokoh Arthur Fleck, film 'Joker' coba memperlihatkan seperti apa kota Gotham dari sudut pandang rakyat biasa, terutama dari kelas menengah ke bawah. Sebab, Arthur pada dasarnya bukan orang kaya, bahkan bisa dikatakan amat miskin.
ADVERTISEMENT
Memang tokoh Joker di film ini tak punya korelasi langsung terhadap Batman atau superhero DC Comics lain, tapi tetap ada berbagai referensi yang Phillips ambil dari komik. Artinya, Phillips sudah melakukan riset mendalam terhadap berbagai komik 'Batman' sebelum meramu 'Joker' sebagai film adaptasi lepas.
Akting Joaquin Phoenix pun sangat memukau dan berani. Setelah menonton film ini, kalian tentu tidak akan lagi membanding-bandingkan Phoenix dan Heath Ledger, pemeran Joker di film 'The Dark Knight' garapan Christopher Nolan.
'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis (184499)
Cuplikan adegan di film 'Joker' Foto: YouTube/Warner Bros. Pictures
Penggemar komik 'Batman' pasti sadar bahwa Phoenix melakukan riset dari komik yang sangat mendalam sebelum memerankan tokoh Joker. Semua gestur yang ia tampilkan, mulai cari cara berdiri, berlari, sampai menatap, sangat persis seperti Joker di komik.
ADVERTISEMENT
Ia pun mengadaptasi berbagai sifat Joker dari aktor-aktor terdahulu, mulai dari Cesar Romero dari serial 'Batman' (1966) hingga Heath Ledger dan Cameron Monaghan, pemeran Jerome dan Jeremiah Valeska atau Joker dari serial 'Gotham'.
Semua lelucon yang Phoenix lontarkan rasanya juga tidak bisa dianggap lucu. Justru lelucon-lelucon yang ia tampilkan menjadi satu tragedi ironis.
'Joker': Saat Lelucon Berubah Menjadi Tragedi Ironis (184500)
Cuplikan adegan di film 'Joker' Foto: YouTube/Warner Bros. Pictures
Cara Phoenix dalam menyampaikan lelucon pun sangat keren. Ia mampu menampilkan tawa Joker yang menggelegar, seram, dan menghantui.
Tidak heran jika rating film ini sangat tinggi di berbagai situs, seperti IMDb dan Rotten Tomatoes. Kemenangan 'Joker' di Venice Film Festival pun terasa sangat masuk akal dan tidak berlebihan.
Dapat diyakini, 'Joker' bisa memberi dampak yang luar biasa terhadap film-film superhero di masa depan. Todd Phillips benar-benar membuktikan bahwa satu tokoh komik yang mulanya diciptakan untuk pembaca anak-anak bisa diadaptasi menjadi film serius dan penuh kritik sosial.
ADVERTISEMENT
Bahkan pemerintah, aparat negara, dan konglomerat di Indonesia sepertinya harus menonton film ini. Di balik berbagai adegan sadis yang ditampilkan, ada pesan yang baik guna menjaga kemanusiaan dan persatuan.