Joko Anwar Angkat Hantu Wewe Gombel di 'Folklore: A Mother's Love'

Jika pada 2015 Joko Anwar dipercaya HBO Asia untuk menggarap serial orisinal 'Halfworlds', tahun ini Joko diajak untuk bergabung dalan proyek 'Folklore' yang merupakan serial film horor garapan enam sutradara dari Asia, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.
Film garapan Joko yang bertajuk 'A Mother's Love' dibintangi oleh Marissa Anita sebagai Murni dan Muzakki Ramdhan sebagai Jodi. Film ini tayang sebagai pembuka serial 'Folklore' pada 7 Oktober di HBO GO dan HBO on demand.
Bertempat di Grand Hyatt, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (14/8), Joko Anwar serta Marissa dan Muzakki menghadiri press screening 'Folklore: Mother's Love'. Di kesempatan tersebut, Joko menerangkan bahwa ia senang bisa bergabung karena HBO Asia karena memberinya ruang yang sangat besar untuk berkreasi.
"Jadi, aku sama Tia, produser aku, senang sekali karena pas submit cerita, langsung di approve HBO. Skrip juga sama dan yang paling mengejutkan adalah satu kali proses editing langsung di-approve. Itu asyiknya bekerjasama dengan HBO, mereka selalu percaya dengan talent yang digunakan," kata Joko.
Di 'A Mother's Love', Joko Anwar mengaku ogah untuk menggembangkan film horor yang banyak memiliki jumpscare dan lebih fokus untuk membangun drama guna mengangkat kengerian dari hantu wewe gombel. Meski menggarap film horor, Joko ingin agar penonton bisa mendapat pesan moral usai menikmati.
"Kan ada horor yang seremnya setiap lima menit muncul hantu kan ya, bikin kita kaget dan latah-latah gitu kan, kita jerit-jerit. Tapi, pas keluar (bioskop) enggak ada yang kita bawa, kan. Kalau kita buat film horor yang peduli sama karakternya, mungkin akan lebih berikan impact dan lebih seram, lebih emosional. Itu kenapa di 'A Mother's Love' kita mencoba menggali lebih banyak lagi tentang karakternya gitu," tuturnya.

Di film 'A Mother's Love', Joko Anwar mengangkat cerita rakyat wewe gombel yang belum pernah diangkat dalam serial atau pun film layar lebar. Selain kerap menebar kengerian dikalangan masyarakat urban, Joko melihat ada kisah sedih di balik hantu wewe gombel.
"Setelah aku riset lagi ternyata banyak yang mengatakan wewe gombel adalah hantu yang ketika hidup sebagai manusia dia tidak punya keturunan dan ditinggal selingkuh sama suaminya, sampai akhirnya suicide. Kan ironi ya, ada orang yang benar-benar mau punya anak dan punya plan bagaimana dia membesarkan anak, tapi banyak di society yang punya anak tapi disia-siain," ungkap Joko.
"Makanya kalau ada anak-anak yang disakiti sama orang tuanya, ya, kaya film 'A Mother's Love', diambil Wewe. Biarpun cuma diberikan cinta dan dikasih, tapi makan daun-daunan dan kotoran," sambungnya
Joko Anwar kemudian menceritakan bahwa Marissa mengalahkan 30 artis yang ikut casting untuk memerankan tokoh Murni, sedangkan Muzakki mengalahkan 33 anak yang berharap bisa memerankan tokoh Jody. Meski dua artis tersebut terhitung jarang bermain film, Joko melihat potensi besar dalam diri mereka yang mampu membuat film 'A Mother's Love' kian menyentuh sekaligus menegangkan.
"Marissa adalah salah satu aktris yang cerdas, Muzakki juga cerdas banget. Pernah shooting hari kelima, begitu aku bilang cut, semua kru film diam dan nangis. Itu terjadi beneran, tanya sama produserku. Itu takkan terjadi kalau akting mereka enggak natural," imbuhnya.
Kini, 'A Mother's Love' memang belum bisa dinikmati oleh masyarakat, namun film tersebut sudah sukses menembus pasar Kanada dan ikut bersaing di Toronto Internasional Film Festival. 'A Mother's Love' jadi yang pertama dan satu-satunya film Asia yang masuk ke festival tersebut.
