Jourdy Pranata soal Perjodohan: Aku Setuju Kalau Dijodohkan Orang Tua
ยทwaktu baca 2 menit

Aktor Jourdy Pranata punya pendapat khusus tentang fenomena perjodohan yang masih ada di beberapa keluarga Indonesia.
Jourdy sendiri sangat terbuka apabila ibunya menyodorkan pilihan tentang sosok wanita pendampingnya.
"Kalau aku, perjodohan itu, di zaman sekarang kayaknya masih ada, dan I don't mind. Kalau orang tuaku punya sosok yang menurut mereka baik, oke, kita coba dulu," kata Jourdy saat media visit ke kumparan, belum lama ini.
Jourdy Pranata soal Perjodohan
Menurut Jourdy Pranata, kunci dari perjodohan adalah komunikasi intens antara orang tua dan anak.
"Komunikasi enggak bisa diabaikan. Apakah ada tujuan yang lebih baik, atau hidden agenda? Kita enggak tahu. Jadi kita harus open dengan itu, enggak ada salahnya, itu salah satu usaha juga untuk berpikir tentang the best future," ujar Jourdy.
Sebagai sosok berdarah Minang, Jourdy juga tak asing dengan mahar pernikahan. Menurut Jourdy, mahar adalah bentuk penghargaan pihak laki-laki yang tentunya harus dikomunikasikan kepada orang tua dan pihak perempuan.
"Kalau uang panai, ini terjadi juga di daerah lain. Di Minang ada istilah kalau laki-laki 'beli' perempuan. Kalau di Makassar, perempuan 'dibeli' dengan uang panai gitu. Soal angkanya berapa, itu balik lagi soal tradisi dan budaya kita," jelas Jourdy.
"Ada yang memperhatikan itu, 'oh, perempuan yang pendidikannya sekian harus sekian'. Tapi sekali lagi, itu harus dikomunikasikan," lanjutnya.
Fenomena perjodohan dan uang mahar ini terasa sangat dekat dengan Jourdy saat membintangi film Starvision terbaru, Jodoh 3 Bujang.
Berperan sebagai Fadly, Jourdy merasakan bagaimana paniknya ketika sang ayah meminta agar segera menikah.
Jodoh 3 Bujang mengusung genre drama komedi yang diangkat dari kisah nyata dan tayang di bioskop mulai 26 Juni 2025.
