Kairi Merasa Punya Adik Lagi Saat Lihat Penampilan Bima Azriel
ยทwaktu baca 3 menit

Pro player Mobile Legends di ONIC, Kairi Rayosdelsol, merasa seperti punya adik lagi saat lihat penampilan aktor Bima Azriel di film Nobody Loves Kay.
Film Nobody Loves Kay terinspirasi dari kisah kehidupan Kairi. Dalam film itu, Bima Azriel berperan sebagai Kay, seorang remaja yang berambisi menjadi pro player Mobile Legends.
"Jujur ya pas gue nonton draft-nya, gue kira gue punya adik lagi," kata Kairi dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Bima Azriel Sempat Berbincang Kairi
Sementara itu, Bima Azriel mengatakan bahwa ia sempat berbincang dengan Kairi. Mereka bertemu di film pendek yang tayang sebelum penayangan Nobody Loves Kay.
"Kita sudah pernah ketemu di short film, terus kita sudah banyak ngobrol tentang filmnya. Sudah banyak ngobrol sih aku sama dia," tutur Bima.
Bima juga menanggapi mengenai Kairi yang bilang merasa punya adik lagi saat melihat aktingnya di film Nobody Loves Kay. Apakah ia merasa berhasil memerankan karakter Kay di film tersebut?
"Ya Insyaallah, semoga bisa diterima oleh banyak orang," ucap Bima.
Di sisi lain, Kairi merasa bersyukur karena kisah kehidupannya bisa menjadi inspirasi dalam cerita film Nobody Loves Kay. Ia berharap film itu bisa menginspirasi anak-anak muda untuk mengejar mimpi.
"Bersyukur dan senang banget karena part of my life bisa jadi inspirasi buat penonton dan buat anak-anak muda juga, dan buat semua orang yang still dreaming," ungkap Kairi.
Film Nobody Loves Kay menampilkan para pemain muda. Selain Bima Azriel, ada Aurora Ribero, Rey Bong, Joshia Frederico, Baskara Basboi, dan Ayastrophile.
Film ini diproduksi Folago Pictures bersama ONIC, Visinema, Angkasa Visionari, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films. Produser Eksekutif Visinema, Angga Dwimas Sasongko mengatakan Nobody Loves Kay punya tempat tersendiri untuk dirinya.
Angga memulai karier sama seperti Bernardus Raka, sutradara film tersebut, dari buat video klip. Ia merasa puas melihat penggarapan film Nobody Loves Kay. "Simpelnya kalau saya enggak puas, mungkin saya enggak di sini," kata Angga.
Menurut Angga, Nobody Loves Kay merupakan film yang berani dan sangat unik. Film ini berfokus pada pendewasaan dengan mengangkat sudut pandang yang berbeda.
"Bicara tentang games, tapi dibentuk dan diceritakan dengan point of view yang berbeda. Enggak hanya sekadar drama dewasa. Ada sense yang Raka dan tim kreatif buat sehingga film persahabatan ini punya pendekatan imersif yang berbeda ketika nontonnya di bioskop," tutur Angga.
Angga mengatakan Visinema merasa senang bisa bergabung dalam film Nobody Loves Kay. Melihat banyak aktor muda yang terlibat di Nobody Loves Kay, menurut dia, merupakan harapan bagi industri film Indonesia.
"Juga aktor-aktornya yang menurut saya kita bisa lihat, kita masih punya banyak harapan untuk film Indonesia," ucap Angga.
