Kumparan Logo

Kakak Laura Anna Kembali Kenang Momen Bahagia Bersama sang Adik

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga mengiringi jenazah Laura Anna untuk dikremasi di Grand Heaven, Jakarta, Kamis, (16/12). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga mengiringi jenazah Laura Anna untuk dikremasi di Grand Heaven, Jakarta, Kamis, (16/12). Foto: Ronny

Kepergian Laura Anna untuk selamanya pada 15 Desember lalu masih meninggalkan duka mendalam untuk keluarga tercinta. Kakak Laura Anna, Greta Irene, bahkan mengaku belum siap untuk ditinggalkan oleh Laura.

Bagaimana tidak, selama kurang lebih dua tahun setelah Laura Anna mengalami kecelakaan bersama Gaga Muhammad hingga lumpuh, Greta Irene selalu ada untuk menjaga dan mengurus Laura bersama ibunda tercinta.

Keluarga mengiringi jenazah selebgram Laura Anna untuk dikremasi di Grand Heaven, Jakarta, Kamis, (16/12). Foto: Ronny

Kini, Irene hanya bisa mengenang kembali momen-momen bahagia bersama Laura semasa hidupnya. Salah satunya saat keduanya pergi jalan-jalan bersama.

Momen tersebut ditampilkan Irene di unggahan Instagram Story. Ia kemudian menuliskan hal bahagia yang biasa dilakukannya bersama Laura saat jalan-jalan.

"Dulu sering banget kita jalan-jalan, cuma beli es krim terus cari spot foto-foto yang bagus. Kayak begitu aja bahagia banget kita dulu," tulis Greta Irene.

Postingan Greta Irene

Sebelumnya, Greta Irene juga sempat menumpahkan curahan hatinya. Ia mengaku sudah merelakan kepergian Laura Anna. Namun, jauh di lubuk hati, dirinya belum siap untuk kehilangan.

"Laura maaf yaa, meskipun aku udah rela dan terima kamu udah gak ada tapi aku masih belum siap dan gak akan pernah siap untuk ditinggalin sama kamu huhu," tulisnya.

Greta Irene juga berterima kasih kepada Laura Anna. Sebab, almarhumah telah berjuang, salah satunya untuk terus hidup dalam kondisi lumpuh akibat Spinal Cord Injury atau cedera saraf tulang belakang.

"Makasih Tuhan udah kasih waktu lebih untuk Laura semenjak kecelakaan. Makasih Lauraku sayang udah berjuang sampe napas terakhir kamu yahh, meskipun aku tau kamu capek tapi kamu berjuang untuk semuanya," tulisnya.

embed from external kumparan

Seperti telah diberitakan, Laura Anna meninggal dunia pada Rabu (15/12). Sebelum berpulang, asam lambungnya naik.

Laura Anna sempat diperiksa dokter pada Rabu subuh, lalu kembali ke rumah. Rabu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, ia tampak tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Eka Hospital Cibubur.

Nyawa Laura Anna tak terselamatkan. Ia dinyatakan sudah tak bernapas saat tiba di rumah sakit.

Pada Kamis (16/12), jenazah Laura Anna akan dikremasi di Krematorium Heaven. Sebagian abunya dilarungkan ke Laut Ancol, Jumat (17/12).