Kaleidoskop: Deretan Kabar Kepergian Artis Mancanegara di 2019

Sepanjang tahun 2019, kabar duka datang bukan hanya dari industri seni tanah air. Kabar kepergian pelaku seni mancanegara juga cukup mengejutkan publik di tahun tersebut.
Lewat story berikut, kumparan merangkum kabar kepergian 7 selebriti dunia di sepanjang tahun 2019.
Kepergian mereka disebabkan berbagai hal, seperti penyakit, pembunuhan, hingga upaya bunuh diri. Berikut ini ulasannya.
1. Luke Perry
Aktor berkebangsaan Amerika Serikat, Coy Luther Perry III atau yang terkenal dengan nama panggung Luke Perry, meninggal dunia pada Senin 4 Maret 2019. Kabar duka ini dipastikan langsung oleh juru bicara Perry, Arnold Robinson.
Aktor kelahiran Ohio, AS, 11 Oktober 1966 itu meninggal setelah menderita stroke.
Robinson mengatakan, Perry meninggal di rumah sakit di daerah Los Angeles dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman dekatnya, termasuk mantan istrinya, Minnie Sharp, dua anaknya, dan tunangannya, Wendy Madison Bauer.
"Keluarga menghargai curahan dukungan dan doa yang telah diberikan kepada Luke Perry dari seluruh dunia, dan dengan hormat meminta privasi pada masa berkabung yang hebat," kata Robinson dalam sebuah pernyataan, kala itu.
Sebelumnya, pada 27 Februari, aktor yang terkenal dari serial televisi '90-an, 'Beverly Hills 90210' itu sempat dilarikan ke rumah sakit di Los Angeles karena stroke. Kala itu, dia diketahui mengalami stroke saat berada di kediamannya di Sherman Oaks.
Serangan stroke yang dialami Perry itu terjadi pada hari yang sama saat Fox mengumumkan penayangan drama seri remake 'Beverly Hills, 90210'. Namun, Perry dikabarkan tak akan terlibat dalam drama enam episode itu.
Semasa hidup, Perry banyak membintangi berbagai film dan serial televisi. Mulai dari film 'Once Upon a Time in Hollywood', 'Red Wings', hingga serial televisi kartun 'Family Guy'.
2. Keith Flint
Ketika dunia perfilman tengah dirindung duka atas meninggalnya pemain serial 'Riverdale', Luke Perry, dunia musik juga mengalami hal yang sama. Vokalis The Prodigy, Keith Flint, meninggal dunia pada 4 Maret 2019.
Flint ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Essex, Inggris.
"Dengan shock dan sedih, kami mengkonfirmasi meninggalnya saudara dan sahabat karib kami, Keith Flint. Dia seorang pelopor, inovator, dan legenda sejati. Dia akan selamanya dirindukan. Kami berterima kasih telah menghormati privasi semua pihak yang terkait pada saat ini," bunyi pernyataan Prodigy kala itu.
Liam Howlett, salah satu anggota The Prodigy, turut menyampaikan dukanya melalui Instagram resmi The Prodigy. Bahkan, dia menuliskan bahwa Flint meninggal karena bunuh diri.
"Berita itu benar, aku tidak percaya aku mengatakan ini tetapi saudara kami, Keith, mengambil nyawanya sendiri di akhir pekan. Aku sangat terkejut, sangat marah, bingung dan patah hati. Istirahatlah dengan tenang saudaraku. (Tertanda) Liam The Prodigy," tulisnya .
Meski demikian, kepolisian Essex tidak menemukan kejanggalan dalam kematian Flint.
"Kami dipanggil untuk mengecek keadaan seorang pria di kawasan Brook Hill, North End, tepat setelah pukul 08.10 pagi pada hari Senin. Kami datang, dan sayangnya, seorang pria berusia 49 tahun dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Kerabatnya telah diberi tahu. Kematiannya tidak mencurigakan. Catatan akan disiapkan untuk memeriksa mayat," jelas juru bicara kepolisian Essex seperti dikutip The Guardian.
Keith Flint dikenal akan gayanya bak anak punk, banyak tindikan di wajah, rambut spikey, dan sorot matanya yang tajam. Hal inilah yang membuat Flint dikenal di era '90-an sebagai vokalis sekaligus dancer The Prodigy.
Sepanjang karier The Prodigy, Keith Flint, Liam Howlett, dan Maxim, telah melahirkan tujuh album studio. Album terakhir mereka, 'No Tourists', rilis tahun 2018.
Selain album, The Prodigy juga dikenal dengan lagu-lagu techno mereka yang begitu booming di era '90-an, seperti 'Firestarter' dan 'Breathe'.
3. Nipsey Hussle
Tak lama berselang, dunia musik kembali berduka atas kepergian Rapper Nipsey Hussle. Nipsey Hussle dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setelah ditembak oleh orang tak dikenal pada Minggu 31 Maret 2019. Dia mengembuskan napas terakhirnya di usia 33 tahun.
Dilansir TMZ, pelantun 'Double Up' itu tengah berada di luar toko pakaiannya, Marathon Clothing Company, yang berada di kawasan Hyde Park, Los Angeles, AS. Penembakan terjadi beberapa saat setelah Nipsey berfoto dengan seorang anak kecil di depan tokonya.
Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa mereka mendengar ada beberapa kali bunyi tembakan di area toko milik Nipsey. Dia diduga ditembak sebanyak enam kali. Selain Nipsey, ada dua pria lain yang juga tertembak. Luka mereka juga cukup berat.
Penembakan diduga terkait dengan geng. Rapper yang menyanyikan lagu 'Racks In The Middle' ini memang memiliki afiliasi dengan salah satu geng jalanan di Los Angeles, yakni Rollin 60s Neighborhood Crips.
Tak sampai satu minggu dari insiden penembakan itu, kepolisian Los Angeles, California, AS, kemudian merilis foto pelaku penembakan rapper Nipsey Hussle. Dilansir USA Today, pelaku diketahui bernama Eric Holder.
Tak lama berselang, kepolisian Los Angeles mengumumkan bahwa Holder sudah berhasil diamankan. Dia dikabarkan ditangkap di kawasan Lakewood, California, AS.
Dilansir Associated Press, Eric Holder terancam hukuman penjara seumur hidup setelah jaksa menuntutnya dengan tuduhan pembunuhan dan dua tuduhan percobaan pembunuhan. Holder pun mengajukan pembelaan ketika dia hadir di ruang sidang pusat kota Los Angeles pada 5 April 2019.
Cowok berumur 29 tahun tersebut ditahan dengan jaminan USD 5 juta atau Rp 70,7 miliar. Namun, alasan kenapa Holder menembak Nipsey Hussle tidak diungkap saat sidang.
Dilansir The Guardian, Holder dan Nipsey Hussle saling mengenal satu sama lain. Keduanya diduga sempat berbincang di hari kematian sang rapper, hingga akhirnya, Holder memutuskan untuk menemui Nipsey Hussle dan menembaknya menggunakan pistol.
Jika Holder dinyatakan bersalah oleh hakim, maka dia akan dipenjara seumur hidup.
Ermias Davidson Asghedom atau Nipsey Hussle dikenal lebih dulu lewat mixtape-mixtape-nya, yakni 'The Marathon' (2010), 'The Marathon Continues' (2011), 'Crenshaw' (2013), dan 'Mailbox Money' (2014). Dilansir MTV, 'The Marathon Continues' dan 'Crenshaw' disebut sebagai salah mixtape favorit rapper Jay-Z.
Nipsey meluncurkan album debutnya, 'Victory Lap', pada Februari 2018. Karyanya tersebut mendapatkan nominasi Grammy Awards 2019 untuk kategori 'Best Rap Album'.
4. Peter Mayhew (Chewbacca)
Aktor Peter Mayhew yang memerankan Chewbacca dalam film ‘Star Wars’ meninggal dunia di tahun 2019. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 74 tahun.
Kepergian Mayhew diketahui dari informasi yang disampaikan pihak keluarga dalam akun Twitter sang aktor. “Keluarga Peter Mayhew, dengan cinta dan kesedihan yang mendalam, dengan rasa menyesal harus mengatakan bahwa Peter telah meninggal dunia,” bunyi keterangan tersebut.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Mayhew meninggal dunia pada 30 April 2019 di rumahnya di Texas, Amerika Serikat. Keluarganya berada di sisi sang aktor ketika ia mengembuskan napas terakhir.
Mayhew meninggalkan seorang istri bernama Angie dan tiga anak. Ia mendirikan Peter Mayhew Foundation yang membantu individu maupun keluar yang berada dalam kesulitan.
“Kebaikan, kemurahan hati, dan kepeduliannya akan tetap hidup di Peter Mayhew Foundation dengan Angie yang akan mengambil alih untuk mengurusnya,” ucap pihak keluarga.
Peter Mayhew memerankan Chewbacca sejak 1977 hingga 2015. Ia terakhir berperan sebagai Chewbacca di film ‘Star Wars: Episode VII – The Force Awakens’.
“Dia menempatkan hati dan jiwanya ke dalam peran Chewbacca,” kata pihak keluarga.
Mayhew juga menjadi konsultan dalam film ‘Star Wars: The Last Jedi’. Ia membantu penggantinya terkait dengan peran Chewbacca.
5. Cameron Boyce
Aktor Disney Cameron Boyce mengembuskan napas terakhirnya pada 6 Juli 2019. Dilansir CNN, Boyce meninggal di usia 20 tahun setelah mengalami kejang saat tidur.
"Dengan hati yang sangat berat, kami melaporkan bahwa kami kehilangan Cameron. Dia meninggal dalam tidurnya karena kejang yang diakibatkan dari kondisi medis yang sedang berlangsung, yang mana dia juga sedang menjalani rawat jalan untuk menyembuhkannya," bunyi pernyataan dari pihak keluarga kala itu.
"Jiwanya (Cameron Boyce) akan hidup melalui kebaikan dan kasih sayang semua orang yang mengenal dan mencintainya. Kami benar-benar patah hati dan meminta privasi selama masa sulit ini. Kami berduka karena kehilangan putra dan saudara kami yang berharga," lanjut pernyataan dari pihak keluarga.
Cameron Boyce lahir di Los Angels, 28 Mei 1999. Dia memulai kariernya di tahun 2008, dengan bermain dalam serial 'General Hospital: Night Shift' sebagai Michael "Stone" Cates Jr. sebanyak 7 episode dan film 'Mirrors' sebagai Michael Carson.
Di tahun 2011, Boyce bergabung dengan keluarga Disney dengan berperan dalam serial-serialnya, seperti 'Goodluck Charlie', 'Shake It Up', dan 'Jessie'. Di 'Jessie', Boyce berperan sebagai pemain utama bernama Luke Ross. Serial tersebut mengudara selama empat tahun lamanya.
Sejak itulah Boyce menjadi 'langganan' dalam serial-serial Disney. Namanya semakin melambung saat dirinya bermain dalam serial 'Descendants'. Dia memainkan karakter Carlos yang diceritakan sebagai putra Cruella de Vil. Serial tersebut tayang sebanyak tiga musim dan versi animasi.
6. Johnny Kitagawa
Kabar duka di tahun ini juga hadir dari mereka yang berada di balik layar. Johnny Kitagawa, salah satu bos agensi hiburan ternama di Negeri Sakura, meninggal dunia di usia 87 tahun.
Kitagawa mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Tokyo, Jepang, 9 Juli 2019. Sebelumnya, ia dikabarkan dirawat sejak 18 Juni lalu karena pendarahan subarachnoid, salah satu jenis penyakit stroke.
Japan Times mengabarkan, di hari tersebut, pendiri perusahaan Johnny & Associates itu sempat pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kabar ini dirahasiakan dari publik, namun sejumlah pesohor Jepang dikabarkan datang ke rumah sakit untuk menjenguknya.
Pada 1 Juli lalu, boyband Arashi, untuk pertama kalinya mengumumkan kabar jika bos mereka dirawat di rumah sakit. Beberapa waktu kemudian, pihak agensi mengatakan kalau Kitagawa sudah bisa dipindahkan dari ruang ICU ke kamar rawat.
Pihak agensi juga menyebutkan, Kitagawa menghabiskan momen berharga di akhir hidupnya. Ia dikelilingi oleh para pesohor yang diorbitkannya dulu.
"Waktu yang dihabiskan Johnny di rumah sakit sangat berharga. Ia didampingi oleh anak-anaknya dengan penuh cinta," tulis pihak agensi dalam sebuah pernyataan tertulis.
Salah satu harapan terakhirnya adalah, agar dunia ini selalu damai dan penuh harapan. Sehingga, orang-orang bisa terus menikmati hiburan.
Johnny Kitagawa merupakan salah satu sosok yang sangat dihormati di dunia hiburan Jepang. Dia telah menciptakan lanskap boyband di negara itu selama lebih dari setengah abad, tepatnya sejak tahun 1962.
Dilansir Kyodo News, Kitagawa telah menelurkan sejumlah boyband ternama di Jepang seperti SMAP, Arashi, KAT-TUN, dan Hey! Say! JUMP.
Kitagawa dihormati karena ia tak hanya membiarkan artis-artisnya sekadar merekam lagu-lagu saja. Tapi, dia juga menempatkan mereka dalam berbagai variety show di televisi. Hal itulah yang membuatnya bisa mempertahankan monopoli virtual boyband selama lebih dari 57 tahun.
Johnny Kitagawa lahir di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Agustus 1931. Ia berpindah-pindah antara Jepang dan Amerika Serikat semasa kecil.
Kitagawa akhirnya menetap di Jepang pada tahun '50-an. Ia bertugas untuk tentara Amerika Serikat dalam mengajar bahasa Inggris bagi anak-anak yatim selama Perang Korea.
Sepanjang hidupnya, Johnny Kitagawa memegang tiga penghargaan Guinness World Records. Di antaranya adalah agensi dengan artis-artis terbaik, agensi dengan lagu terbaik, dan konser terbanyak yang diproduksi secara individu.
7. Juice Wrld
Rapper Juice Wrld dikabarkan meninggal dunia pada 9 Desember lalu. Pelantun 'Lucid Dreams' itu meninggal usai mengalami kejang-kejang saat sedang berjalan di Midway International Airport, Chicago, AS.
Dilansir CNN, musisi berumur 21 tahun itu baru saja tiba dari California. Saat berjalan di bandara, tiba-tiba dia terjatuh dan mengalami kejang-kejang.
Cowok bernama asli Jarad Anthony Higgins itu pun langsung dibawa ke rumah sakit. Namun, dia meninggal dalam perjalanan.
Sejak 2015, cowok kelahiran 2 Desember 1998 ini telah memiliki dua album, yakni 'Goodbye & Good Riddance' (2018) dan 'Death Race for Love' (2019).
Sepanjang kariernya, Juice Wrld telah berkolaborasi dengan sejumlah musisi, seperti Nicki Minaj, boyband Korea BTS, Benny Blanco, Ellie Goulding, dan lain-lain.
