Kumparan Logo

Kaleidoskop: Sederet Selebriti Indonesia yang Meninggal di Tahun 2019

kumparanHITSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cecep Reza. Foto: Instagram/@Cecepreza_
zoom-in-whitePerbesar
Cecep Reza. Foto: Instagram/@Cecepreza_

Tahun 2019 bakal segera berganti. Begitu pula dengan dunia dan kehidupan.

Sepanjang tahun ini, setidaknya ada belasan selebriti meninggal dunia. Kebanyakan dari mereka meninggal karena mengidap suatu penyakit.

Tulisan ini merupakan kumpulan selebriti yang berpulang di tahun 2019. Berikut ulasannya.

1. Torro Margens

Torro Margens. Foto: Instagram/@troysticker

Torro Margens mengembuskan napas terakhir pada 4 Januari 2019. Ia meninggal dunia diduga karena kompilasi penyakit dan dikebumikan di Sukabumi, Jawa Barat.

"Minta maav atas semua kesalahan ayah @torromargens86 ya temen-temen. Ayah jam 00:45 tadi udah tenang dalam tidurnya ga ngerasain sakit lagi. Maavin atas semua kesalahanya biar beliau tenang menuju sisi-Nya," tulis Toma Margens selaku anak dari Torro Margens.

Selama berkarier di dunia hiburan, Torro Margens terhitung sudah lebih dari 60 judul film dibintanginya, termasuk 'Love For Sale'. Selain itu, ia juga dikenal sebagai presenter program 'Gentayangan' dengan salah satu segmennya bernama 'Uka-Uka'.

2. Robby Tumewu

Robby Tumewu. Foto: Facebook/@ Robby Tumewu

Masih pada bulan Januari, jagat hiburan nasional kehilangan seorang komedian sekaligus pemain film dan pesinetron, bernama Robby Tumewu. Ia meninggal pada tanggal 14 Januari diduga karena infeksi paru-paru.

"Robby sakit sudah lama, sudah tidak usah diceritain lagi bagian sakitnya, dia telah pergi tadi dini hari, pukul 00.15, semua derita dan sakit penyakit sudah diangkat dari Robby," tulis Becky Tumewu yang merupakan rekan dari Robby Tumewu.

Jenazah Robby Tumewu kemudian sempat disemayamkan di Rumah Duka Oasis Lestasi, Tangerang. Hingga akhirnya jasadnya dikremasi dan dilarung ke laut.

Selama berkarier di industri hiburan Tanah Air, Robby Tumewu sudah membintangi sekitar 15 judul film termasuk 'Lenong Rumpi', 'Gie', hingga 'Laskar Pelangi'.

3. Nana Krip

Nana Krip (tengah). Foto: Instagram/@shantysys

Selanjutnya, pada bulan Februari, dunia komedi Tanah Air berduka atas meninggalnya Nana Krip. Ia yang juga berprofesi sebagai aktor dan penyiar radio ini mengembuskan napas terakhirnya pada 20 Februari diduga karena penyakit komplikasi yang dideritanya.

Jenazah Nana Krip selanjutnya dikebumikan di TPU Kemiri, Rawamangun, Jakarta Timur.

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah wafat Bang Nana Krip (Sersan Prambors) tadi pagi, Rabu, 20 Feb 2019, pukul 9.00 di RS Islam Jakarta," tulis Shanty, selaku anak dari almarhum Sys Ns.

Nana Krip dikenal sebagai salah satu personel grup lawak 'Sersan Prambors', bersama almarhum Sys Ns, Muklis Gumilang, Krisna Purwana, hingga Pepeng.

4. Mus Mulyadi

Mus Mulyadi meninggal dunia Foto: IG @erick_mus

Sang buaya keroncong, Mus Mulyadi, meninggal dunia pada 11 April 2019. Ia wafat setelah berjuang menghadapi penyakit diabetesnya.

"Iya benar. Tadi jam 9 lewat 8 menit. Ayah sakit gula, diabetes," ungkap Erick Renanda Haryadi yang merupakan anak kedua dari Mus Mulyadi, saat mengonfirmasi kepergian Mus Mulyadi kala itu.

Mus Mulyadi sudah berjuang melawan penyakit diabetes yang dideritanya sejak tahun 1984. Penyakit ini juga menyebabkan kedua matanya menjadi buta sejak tahun 2009.

Selama berkarier sebagai penyanyi, ia sempat menghasilkan karya-karya hits pada masa itu, antara lain 'Kota Solo', 'Dinda Bestari', 'Telomoyo', hingga 'Jembatan Merah'.

5. Rudy Djamil

Rudy Djamil saat dirawat di rumah sakit. Foto: Facebook/Rudy Djamil

Berlanjut pada bulan Mei 2019. Aktor sekaligus komedian Rudy Djamil meninggal dunia pada tanggal 12 Mei.

Sebelum meninggal dunia, ayah dari Randhika Djamil tersebut sempat menderita stroke dan sakit tulang belakang.

"Dika janji bakalan jagain ibu seperti yang ayah selalu ingetin sama Dika. Ayah, Dika minta maaf selama ini mungkin Dika makin jarang ketemu ayah......tapi Dika nggak pernah lupa doain ayah. Yah istirahat di sana, ya. Dika sayang sama ayah," tulis Randhika Djamil kala itu.

Sepanjang hidupnya, Rudy sempat bermain dalam beberapa film, salah satunya adalah 'Si Kabayan dan Gadis Kota' (1989). Rudy berperan sebagai sahabat Si Kabayan yang bernama Joni Kemod di film itu.

Rudy Djamil saat dirawat di rumah sakit. Foto: Facebook/Rudy Djamil

Rudy juga tampil dalam sinetron Angkot Haji Imron (1996) dan Ujang & Aceng (1996).

Konon, nama panggung Iwan Fals juga terinspirasi dari Rudy Djamil yang sempat menjadi penyiar radio Prambors di Jakarta pada era '70-an.

"Masa dia (Iwan) mau manggung? Fals, ah, suara dia, mah," ucap Rudy kala itu. Celaan Rudy pun membuat Iwan menambahkan 'Fals' di belakang namanya.

6. Robby Sugara

Aktor Robby Sugara meninggal dunia Foto: Instagram/@robbysugaraofficial

Robby Sugara meninggal pada 13 Juni, di Rumah Sakit UKI, Jakarta Timur. Robby diduga meninggal karena serangan jantung.

"Tadi malam sih jam 12 lewat sepuluh, kena serangan jantung. Itu di Rumah Sakit Adhyaksa di Jakarta Timur,” kata Juan Bernard selaku anak bungsu dari Robby Sugara.

Selama berkarier di dunia panggung sandiwara tersebut, Robby Sugara telah membintangi sekitar 45 judul film, termasuk film hingga 'Sejoli Cinta Bintang Remaja', hingga 'Terjebak Nostalgia'.

Robby Sugara juga pernah membintangi sinetron 'Tersanjung'. Dan termasuk salah satu dari lima artis film yang mendapat julukan "The Big Fives" --artis dengan bayaran tinggi--di masanya.

7. Rudy Badil

Mendiang Rudy Badil Foto: Instagram / @oe.lil

Pada tanggal 11 Juli, Rudy Badil meninggal dunia. Jenazah Rudy Badil kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Rudy merupakan pendiri Warkop DKI. Salah satu personel Warkop DKI, Indro, mengaku tanpa adanya Rudy Badil, maka tak ada nama Warkop.

"Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un. Selamat beristirahat dengan tenang Mas Rudy Badil, doa terbaik kami sekeluarga besar Lembaga Warung Kopi Dono Kasino Indro untuk keluarga yang ditinggalkan," kata Indro Warkop di akun instagram pribadinya.

8. Dindin 'OM PSP'

Dindin 'OM PSP' Foto: Instagram @ompancaransinarpetromaks

Duka dan kesedihan masih terasa di bulan Juli. Pemain tamborin dari grup Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP), Dindin Syarifudin, meninggal dunia pada tanggal 15 Juli.

Ia wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. Jenazah Dindin 'OM PSP' dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

"Innalillahi Wa Inna Ilayhi Rooji’un. Telah mendahului kita berpulang ke rahmatullah, saudara kami, sababat kami, keluarga kami Dindin Syarifudin (Bang Dindin/Nidz) hari ini pukul 17.57 WIB di RS Harapan Kita Jakarta," tulis akun instagram milik 'OM PSP'.

Seperti diketahui grup 'OM PSP' berjaya di era '70 hingga '80-an. 'OM PSP' sendiri menjadi salah satu grup musik humor yang sering tampil bersama Warkop DKI.

Lagu-lagu PSP memang kerap menjadi hit di masa itu, seperti 'Fatime' dan 'Gaya Mahasiswa' sampai saat ini masih bisa membuat para pendengarnya tertawa.

Tak hanya itu, perjalanan karier grup 'OM PSP' juga telah diangkat ke layar lebar pada Januari 2019, dengan judul 'OM PSP: Jadi Mahasiswa'.

9. Arswendo Atmowiloto

Arswendo pada Keluarga Cemara Foto: Munady Widjaja

Seniman sekaligus penulis, Arswendo Atmowiloto masuk dalam daftar selebriti yang meninggal dunia pada tahun 2019. Arswendo meninggal pada 19 Juli, setelah berjuang melawan penyakit kanker kandung kemih. Jenazahnya kemudian dikebumikan di komplek pemakaman San Diego Hills, Karawang.

"Memang sudah sakit lama, sakit kanker kandung kemih dan sudah cukup lama. Sudah setahunan lebih dan hari ini sekitar pukul 17.30 WIB meninggal,” ujar putri ketiga Arswendo, Caecilia Tiara.

Selama berkarier di industri hiburan Tanah Air, Arswendo telah menghasilkan banyak karya. Salah satu karyanya yang cukup populer yakni Keluarga Cemara.

10. Agung Hercules

Agung Hercules. Foto: Instagram/@agunghercules88 dan @Instagram/isa_bajaj

Bulan Agustus tahun ini juga merupakan akhir dari hidup seorang Agung Hercules. Ia meninggal dunia pada tanggal 1 Agustus setelah menderita penyakit kanker otak. Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung, Jawa Barat.

"Meninggal di (RS) Dharmais kurang lebih jam 4 sore, karena kanker otak," kata Ferdians, sahabat Agung Hercules.

Agung Hercules dikenal sebagai komedian berambut gondrong dan berotot kekar. Ia juga merupakan seorang penyanyi dengan ciri khas mic-nya yang seperti barbel.

Selain itu, Agung juga dikenal dengan jargonnya 'Tidak Goyang, Barbel Melayang'. Bahkan bisnis usahanya diberi nama 'Bakso Barbel'.

11. Anton Issoedibjo

Anton Issoedibjo Foto: Hazliansyah Hazliansyah

Berlanjut pada bulan berikutnya, musisi senior Anton Issoedibjo meninggal dunia pada tanggal 10 September. Jenazahnya kemudian dikebumikan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

"Iya betul, Mas Anton meninggal," ujar penyanyi Andre Hehanusa yang juga kerabat dari Anton.

Anton merupakan musisi yang populer di tahun 1970 an. Kala itu dia dikenal sebagai seorang penulis lagu. Pendiri Radio Geronimo itu memang sempat menelurkan karya-karya yang kerap menjadi jagoan di berbagai festival.

‘Lady’ misalnya yang merupakan hasil kolaborasinya dengan Fariz RM. Lagu ciptaannya tersebut berhasil dibawakan apik oleh musisis Harvey Malaiholo.

Anton memang juga beberapa kali sempat dikabarkan menderita stroke. Sejumlah musisi tanah air kemudian menggelar konser tribute untuk Anton sebagai bentuk dukungan bagi Anton.

12. Dendy Mike's

Dendy Mikes. Foto: Instagram/@dendy_mikes

Pada 6 Oktober, vokalis band Mike's, Dendy Mulya Pasha meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

"Innalillahi wa inailaihi rojiun. Semoga kamu husnulkhatimah, ya sayang... Semoga amal ibadah kamu diterima oleh Allah SWT, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya kalau @dendy_mikes punya salah, ya saudara dan sahabat-sahabat tersayang," tulis sang istri, Arini Cempaka di akun instagram pribadinya.

Kepergian Dendy tak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi kerabat terdekatnya yang tergabung dalam Mike's Apartment.

13. Cecep Reza

Cecep Reza Foto: Instagram @cecepreza_

Sementara pada bulan November, Cecep Reza mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (19/11). Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Layur, Rawamangun, Jakarta Timur.

Sebelum meninggal, Cecep Reza sempat ingin diperiksa oleh Menkes Terawan. Reza sempat berhenti merokok juga. Namun, keluarga menjelaskan Cecep Reza meninggal karena serangan jantung.

Lelaki kelahiran 17 Desember 1987 itu dikenal sebagai pemeran Bombom di sinetron ‘Bidadari’.

Sebelum beradu akting dengan Marshanda yang berperan sebagai Lala di ‘Bidadari’, Cecep telah memulai karier beraktingnya melalui sejumlah sinetron sejak tahun 1990-an.

Beberapa di antaranya adalah ‘Jin dan Jun’, ‘Istri Pilihan’, ‘Tuyul & Mbak Yul’, ‘Istri-istri’, dan ‘Panji Manusia Millenium’.

14. Djaduk Ferianto

Penggagas Jazz Gunung, Djaduk Ferianto. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Budayawan, seniman sekaligus musisi Djaduk Ferianto meninggal dunia. Ia wafat pada 13 November karena serangan jantung.

Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul, Yogjakarta pada hari itu juga.

"Telah berpulang menghadap Tuhan. RM. Gregorius Djaduk Ferianto, hari ini Rabu 13 November 2019 pukul 02.30 WIB. Disemayamkan di Padepokan seni Bagong K. Dimakamkan pukul 15.00 WIB di makam keluarga Sembungan, Kasihan Bantul. Pemberkatan pkl 14.00 WIB," kata Butet Kartaredjasa yang merupakan kakak kandung dari Djaduk Ferianto.

Djaduk Ferianto ternyata merupakan putra bungsu seniman legendaris Tanah Air, Bagong Kussudiardja. Bagong Kussudiardja pun telah melahirkan banyak karya berupa sketsa, lukisan, hingga berbagai macam tarian.

Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto. Foto: Instagram/@djaduk

Darah seniman rupanya juga dimiliki Djaduk Ferianto. Hanya saja, putra bungsu dari tujuh bersaudara itu lebih mengarah ke musik. Sejak tahun 1972, ia kerap menggarap ilustrasi musik sinetron, jingle iklan, penata musik pementasan teater, hingga tampil bersama kelompoknya dalam pentas musik di berbagai negara. Namun, Djaduk baru bisa masuk industri nasional pada tahun 1996.

Tidak hanya bermusik, keterlibatannya di dunia teater pun mengantarkan Djaduk Ferianto membintangi sejumlah film. Ia pernah membintangi film 'Petualangan Sherina' pada tahun 2000. Dalam film tersebut, pria kelahiran 19 Juli 1964 itu berperan sebagai Kertarajasa.

Selain itu, beberapa film yang juga pernah dibintangi Djaduk Ferianto di antaranya film 'Koper' (2006), 'Jagad X Code' (2009), dan 'Cewek Saweran' (2011).

Tubuh empat belas sosok di atas ini mungkin sudah tidak ada lagi di dunia. Namun, karya-karya mereka akan tetap abadi selamanya.

--------------

Ayo ikutan Harbolnas kumparan dan menangkan Umrah, iPhone 11, Motor Yamaha NMax, diskon 100% hanya untuk pembaca kumparan. Tertarik? Buruan daftar di kum.pr/harbolnaskumparan