Kata Najwa Shihab soal Memahami Keinginan Generasi Z
·waktu baca 2 menit

Generazi Z banyak disebut berbagai pihak sebagai generasi yang sulit dipahami, terutama dalam dunia kerja. Namun hal itu berbeda untuk seorang Najwa Shihab.
Perbedaan pola pikir Generazi Z, menurut Najwa, datang dari banyaknya informasi atau asupan yang diterima mereka ketimbang generasi terdahulu. Hal itu pula yang membuat harus ada pendekatan spesial untuk mereka.
"Satu hal yang kami dapatkan pertama, memang mereka tidak suka digurui, karena memang tantangan mereka adalah terlalu banyak informasi. Generasi ini adalah generasi yang paling banyak terpapar informasi, terkadang itu problemnya bukan enggak tahu mau apa, tapi bingung mau apa," ujar Najwa Shihab saat jadi pembicara di acara Grab Generasi Kampus di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/8).
Tak sedikit dari generasi Z bahkan mendewakan passion dalam melakukan sesuatu, terutama dalam lingkup pekerjaan. Bagi Najwa itu bukan hal yang salah.
Hanya saja, ia menilai ada baiknya Gen Z untuk bisa menurunkan ego demi sesuatu yang lebih baik.
"Idealnya untuk bekerja sesuai passion itu indah banget, tapi kan hidup tak seindah itu ya. Ada banyak hal yang bisa mendorong kita untuk meraih sesuatu seperti tanggung jawab, bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang tua," ungkap Najwa Shihab.
"Passion itu bukan hanya hasil dari tindakan tapi alasan dari berbuat. Jadi ada proses yang harus dilalui," sambungnya.
Untuk itu, Najwa mendorong adanya pergeseran paradigma dari kepentingan diri sendiri menjadi kepedulian yang lebih luas.
Menurutnya, inilah puncak dari kecerdasan dalam mengelola informasi, yakni ketika seseorang tidak hanya memikirkan dampak bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.
"Bukan 'what's in it for me' tapi 'what's in it for the people around me'. Dan selangkah lebih atas lagi 'what's in it for my country'," pungkasnya.
