Kumparan Logo

Kekecewaan Chiki Fawzi Usai Gagal Jadi Petugas Haji

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chiki Fawzi jadi salah satu influencer yang akan berlayar ke Gaza dalam agenda Global Sumud Flotilla, Kamis (4/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chiki Fawzi jadi salah satu influencer yang akan berlayar ke Gaza dalam agenda Global Sumud Flotilla, Kamis (4/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Artis Chiki Fawzi mengaku kecewa setelah keinginannya untuk menjadi petugas haji tahun 2026 harus gagal.

Dengan alasan yang enggan ia jelaskan, Chiki Fawzi mengatakan impiannya jadi petugas haji harus pupus.

Chiki mengaku heran mengapa tugas mulia yang hendak ia kerjakan ini justru digagalkan dengan alasan yang menurutnya tak adil.

"Jadi memang petugas Haji ini kayak semacam highest calling aku. Lalu tiba-tiba diginiin ketika aku udah siap mengabdi," kata Chiki di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Chiki Fawzi. Foto: Giovanni/kumparan

Chiki membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut tak terpilihnya dia menjadi petugas haji karena dianggap inkompeten.

Padahal, sejak awal Chiki telah mengikuti pelatihan yang ditentukan bagi para petugas haji. Namun, semua proses yang ia jalani itu tak berujung baik.

"Aku enggak hamil. Aku enggak inkompeten. Aku hadir. Aku ikutin semua kegiatan di barak, pelatihan dari jam 04.00 pagi sampai jam 09.30 malam. Itu non-stop lho. Jam 04.00 pagi kita udah salat Subuh, absen, lalu kita lari. Aku ikutin tiap hari sama teman-teman," tutur Chiki.

"Maksudnya ini tuh enggak logika dengan rekam jejak aku yang emang aku suka berkegiatan di bidang kerelawanan," imbuhnya.

Chiki Fawzi kolaborasi bareng Ikang Fawzi. Foto: Dok. Chiki Fawzi

Kendati demikian, Chiki kini memilih menenangkan dirinya. Ia menyadari bahwa Allah SWT mungkin memiliki jalan yang lebih indah baginya nanti.

"Dan ya sudah aku bisa terima. Ya oke mungkin emang Allah punya rencana lain buat aku. Atau mungkin Allah menyelamatkan aku dari hal lain I don't know yet," kata Chiki.

Sebelumnya, di akun media sosialnya, Chiki mengatakan dicopot dari petugas haji saat masih Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Chiki mengatakan saat lagi mendapat materi di Diklat itu, dihampiri oleh staf dari Kemenhaj yang memintanya untuk pulang.

Dia awalnya kaget karena tak menyangka. Namun kini dia mengaku sudah ikhlas.

Kemenhaj Jelaskan soal Calon Petugas Haji yang Gugur saat Diklat

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjelaskan soal adanya calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang tidak lolos atau gugur saat diklat. Penyebabnya beragam, termasuk soal kedisiplinan.

Menurut Juru Bicara Kemenhaj, Suci Anisa, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak sejak awal pembukaan diklat menyampaikan bahwa tidak semua peserta diklat otomatis lulus sebagai petugas haji.

“Diklat ini tidak bisa dipastikan bahwasannya seluruh calon petugas haji akan diberangkatkan,” kata Suci Anisa di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/1) malam.

Juru bicara Kemenhaj, Suci Anisa dan Wakadiklat Kolonel Purn. Muftiono, menjelaskan soal adanya calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang tidak lolos atau gugur saat Diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/1) malam. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

“Karena banyak beberapa faktor yang telah disampaikan sebelumnya, dan salah satu yang paling fatal itu adalah absensi,” sambungnya.

Menurut Suci, absensi dilakukan menggunakan barcode. Setiap sesi materi maupun kegiatan pasti ada absensinya.

“Di dalam kelas itu, setiap kelas seperti bahasa Arab dan kelas-kelas lainnya menggunakan QR. QR itu diabsen, tapi secara personal (ada yang) fisiknya tidak ada di kelas,” ucapnya.

“Dan itu salah satu bentuk pelanggaran yang fatal. Ada juga yang menggugurkan, seperti yang disebutkan tadi, yaitu gugur karena dalam pekerjaan mereka tidak mendapatkan izin, sehingga secara tidak langsung mengundurkan diri. Ada juga karena penyakit,” sambungnya.

Suci menjelaskan, ada beberapa peserta yang gugur karena sakit. Namun, ia tidak mengungkapkan secara detail terkait penyakit tersebut.