Kumparan Logo

'Kenapa Harus Bule?' Kisah Perempuan yang Terobsesi Cari Jodoh Bule

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trailer film 'Kenapa Harus Bule?' (Foto: YouTube: GoodSheepProductions)
zoom-in-whitePerbesar
Trailer film 'Kenapa Harus Bule?' (Foto: YouTube: GoodSheepProductions)

Jelang akhir bulan Maret ini, Indonesia akan menayangkan satu film baru bergenre komedi satir berjudul 'Kenapa Harus Bule?'. Film ini digarap oleh sutradara Andri Cung dan Nia Dinata sebagai produser.

'Kenapa Harus Bule?' berangkat dari keresahan Andri, ketika melihat masyarakat saat ini cenderung mudah menghakimi orang lain hanya berdasarkan fisiknya.

Selain itu, Andri juga melihat fenomena perempuan yang memiliki obsesi untuk memacari atau menikahi pria bule alih-alih pria pribumi.

Dari kedua fenomena itu, Andri mengawinkannya menjadi naskah film. Adapun, karakter utama bernama Pipin yang diperankan oleh Putri Ayudya, yang terobsesi untuk mencari jodoh seorang pria bule.

Jumpa Pers film 'Kenapa Harus Bule?' (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa Pers film 'Kenapa Harus Bule?' (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Andri bercerita bahwa kebetulan dirinya memiliki seorang teman yang bisa menjadi inspirasi untuk menulis naskah film tersebut.

"Cerita dia bisa dihubungkan dengan apa yang saya pikirkan, layer-nya dapat banyak. Fenomena ini sudah lama banget terjadi di seluruh dunia. Perempuan ngejar bule, dan saya lihat ini belum pernah diangkat ke film," kata Andri saat jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (15/3).

Andri mulai melakukan penelitian pada awal tahun 2016 dengan meneliti lika-liku kehidupan bule hunter, istilah untuk para pengejar bule. Setelah melakukan penelitian selama kurang lebih satu tahun, Andri mulai menulis naskah selama sembilan bulan, diikuti casting pemain, hingga reading naskah bersama pemain selama empat bulan.

Nia selaku produser untuk 'Kenapa Harus Bule?' memuji penggarapan film ini. Salah satunya adalah karena film itu mengangkat isu perempuan yang masih terjadi hingga saat ini.

Kenapa Harus Bule? Nia Dinata (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Harus Bule? Nia Dinata (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Film tersebut juga akan tayang tepat di bulan Hari Film Nasional yang jatuh setiap 30 Maret, dan Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret.

"Di Hari Film Nasional kalau ngeluarin film yang karakter utamanya perempuan, itu jadi tambahan untuk mengingatkan pejuang perempuan terdahulu, dan bertepatan dengan International Women's Day," kata Nia di kesempatan yang sama.

"Itu menambah perspektif perempuan dari perfilman Indonesia. Film ini juga mengangkat kearifan lokal karena kita punya Cut Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu, Kartini. Mereka mewakili perempuan di zamannya seperti Pipin saat ini," lanjutnya.

Putri Ayudya (Foto: Munady Widjaja)
zoom-in-whitePerbesar
Putri Ayudya (Foto: Munady Widjaja)

Putri yang menjadi Pipin, pusat utama film 'Kenapa Harus Bule?', mengatakan bahwa dia tidak percaya bahwa ada perempuan seperti Pipin di dunia ini. Ia mencoba untuk memahami jalan pemikiran Pipin agar bisa terhubung dengan karakternya.

"Yang harus ditempa itu pikirannya. Di mana kita bisa bodoh sekali untuk mencintai dengan menggunakan segala cara yang ditempuh. We don't need to try hard, untuk bikin orang jatuh cinta kepada kita," imbuh Putri.

'Kenapa Harus Bule?' bercerita tentang Pipin (Putri Ayudya) yang memiliki impian untuk menikahi pria bule. Dia pindah ke Bali atas saran sahabatnya, Arik (Michael Kho), untuk mengejar impiannya.

Pipin berpacaran dengan bule Italia bernama Gianfranco (Cornelio Sunny), tetapi berakhir nahas. Pencariannya ini terhadang ketika sahabatnya, Buyung (Natalius Chendana), ternyata menyimpan rasa terhadap Pipin. 'Kenapa Harus Bule?' mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Maret mendatang.

embed from external kumparan