Kumparan Logo

Kepedulian Bunga Jelitha pada Anak-anak Penderita Bibir Sumbing

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bunga jelitha. Foto: Munady
zoom-in-whitePerbesar
Bunga jelitha. Foto: Munady

Berawal dari pengabdiannya saat menjabat sebagai Putri Indonesia, Bunga Jelitha saat ini menjadi duta Smile Train Indonesia. Smile Train merupakan organisasi nirlaba yang memberikan operasi perbaikan celah bibir dan langit.

Beberapa waktu lalu, perempuan kelahiran 6 September 1991 ini berkunjung ke rumah sakit di Bandar Lampung. Di sana, dirinya bertemu dengan 15 pasien yang akan menjalani operasi. Bunga kemudian berbagi kisah tentang semangat para pasien beserta orang tuanya.

"Mereka itu benar-benar, saking semangatnya karena mendapatkan operasi gratis itu mereka dia melakukan 8 jam perjalanan, bahkan ada yang seharian," ujar Bunga Jelitha ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Bunga Jelitha. Foto: Maria Gabrille Putrinda/kumparan

Menurutnya, kebanyakan pasien merupakan orang-orang pedalaman atau mereka yang memiliki ekonomi menengah ke bawah. Sehingga, mereka betul-betul memerlukan bantuan dari Smile Train ini.

"Salah satu anak bernama Ma'ruf itu malah dia yang menghibur saya. Padahal niat saya ke sana untuk menghibur mereka-mereka itu, benar-benar yang sangat semangat. Mereka tidak tidak merasakan mereka ini tuh penderita bibir sumbing," jelasnya.

instagram embed

Banyak pelajaran yang didapatnya melalui kegiatan yang dilakukannya bersama Smile Train. Dari sana, ia sadar bahwa orang tua dari anak penderita bibir sumbing merupakan segelintir orang terkuat di dunia ini.

Bunga merasa dirinya tidak akan kuat jika mengalami hal tersebut di dalam hidupnya. Ia mengaku bersedih ketika melihat orang tua yang seakan tak menerima kenyataan jika anaknya menderita bibir sumbing.

embed from external kumparan

Melihat hal itu, Bunga Jelitha berharap agar seluruh orang tua yang anaknya menderita bibir sumbing dapat saling memberi semangat satu sama lain.

"Tadi ada salah satu orang tua dari pasien, ketika dia mengetahui anaknya menderita bibir sumbing, dia tidak percaya sampai (bilang), 'ini bukan anak saya'," kenang Bunga.

"Dari situ saya sempat mau meneteskan air mata, membayangkan gimana kalau Allah menaruh posisi itu ada di saya. Jadi yang paling penting adalah kuat. Maka dari itu kita hidup sebagai manusia harus saling menguatkan," tutupnya seraya mengakhiri obrolan.