Kerap Di-bully Semasa Sekolah, Roy Kiyoshi: Dikatain Anak Setan
·waktu baca 2 menit

Roy Kiyoshi merasakan pengalaman pahit sebagai anak indigo. Ia mengaku kerap di-bully, bahkan ada yang menyebutnya anak iblis atau anak setan.
Pria 34 tahun ini menceritakan pengalamannya tersebut saat berbincang dengan Boy William.
Roy Kiyoshi Kerap Di-bully Semasa Sekolah
Menurut Roy Kiyoshi, tidak mudah bagi orang tuanya untuk mengurus anak indigo seperti dirinya.
Roy mengaku kerap menangis karena melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. “Gua nangis tiap hari. (Misalnya karena) lihat ular yang enggak ‘kelihatan’. Emak gue bingung, 'Ini kenapa anak gue?',” ucapnya seperti dilihat di kanal YouTube Boy William.
Selain itu, Roy mengatakan, ia juga mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan selama duduk di bangku sekolah.
“Gue di-bully terus-terusan. Gue dikatain anak iblis, anak setan, karena gue ngomong sendirian,” kata Roy.
Momen Pertama Melihat Peristiwa di Masa Depan
Selain kerap di-bully, Roy mengaku tidak mudah bagi dirinya untuk mengikuti pelajaran di sekolah. Meski begitu, Roy merasa beruntung karena ada ibunya yang menguatkan dirinya.
“Jadi lumayan, sih, perjuangan gue berat banget,” ucap pemain film Roy Kiyoshi: The Untold Story ini.
Boy penasaran sejak kapan Roy merasa dirinya bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Roy mengatakan, saat duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar, ia mendapat sebuah vision yang memperlihatkan bahwa kakeknya akan meninggal dunia.
Setelah mendapat penglihatan tersebut, Roy memberi tahu ibunya. Begitu mendengar hal tersebut, ibunda Roy mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan ayahnya. Kakek Roy saat itu disebut dalam kondisi sehat.
Namun, Roy mengatakan, beberapa hari kemudian vision-nya mengenai sang kakek menjadi kenyataan. “Kakek gue meninggal. Ditemukan di kamar mandi dalam keadaan duduk dan jantung berhenti,” tuturnya.
Selain itu, Roy juga mendapat penglihatan lain mengenai peristiwa yang bakal terjadi di masa depan. Akhirnya, ia menyadari bisa melihat sesuatu yang tak bisa dirasakan oleh orang lain.
“Gue tahu lebih cepat (tentang suatu peristiwa), bikin gue sadar, ‘Oke, gue bisa ‘lihat’.’ Bikin gue rada galau tahu tentang sesuatu yang akan terjadi,” ujar Roy.
