Kerry Washington Bicara soal Keunikan Perannya di The School for Good and Evil

Kerry Washington terpilih menjadi salah satu pemain pendukung di film The School for Good and Evil. Ia berperan sebagai Prof. Clarissa Dovey.
Dovey adalah guru yang bertugas untuk mengajarkan kaum Ever cara terbaik untuk menjadi sosok protagonis di sebuah dongeng. Bagi Kerry, Dovey adalah peran unik yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.
"Dia sangat fancy. Jauh lebih fancy dari tokoh-tokoh terdahulu di film yang pernah aku perankan. Dia selalu memakai mahkota, gaun, serta perhiasan. Itu adalah caranya untuk meprepresentasikan kebaikan serta kesempurnaan," ungkap Kerry Washington dalam wawancara virtual bersama tim kumparan beberapa waktu lalu.
Selain dari kostum, Kerry Washington juga merasa ada keunikan dari penokohan Prof. Clarissa Dovey. Keunikan penokohan itu tak pernah ia temui di proyek film terdahulu.
"Tokohku di sini juga terasa sangat konyol. Aku belum pernah menjadi sekonyol ini di film-filmku yang sebelumnya. Aku pernah bercanda dengan Paul (sutradara) dan para pemeran lain. Mereka bertanya, apakah Kerry juga ikut audisi untuk perannya?" kata Kerry Washington.
"Paul menjawab, Kerry sudah audisi saat dia menjadi pembawa acara di SNL. Aku agak terkejut dengan jawaban Paul. Dia juga menegaskan, sudah lama ingin melihatku melakukan hal yang konyol dan nyeleneh di sebuah proyek film," sambungnya.
Tentang Film The School for Good and Evil
The School for Good and Evil adalah film terbaru Netflix yang siap tayang pada hari ini, 19 Oktober 2022. Film ini disutradarai oleh Paul Feig yang selama ini dikenal berkat film Spy (2015) dan Ghostbusters (2016).
Selain Kerry Washington, film juga dibintangi oleh dua aktris muda, Sofia Wylie, sebagai Agatha dan Sophia Anne Caruso, sebagai Sophie. Ada pula Laurence Fishburne, Michelle Yeoh as Prof. Emma Anemone, dan Charlize Theron as Lady Lesso.
The School for Good and Evil adalah film fantasi yang berkisah tentang dua sahabat, Agatha dan Sophie yang terjebak dalam negeri dongeng. Keduanya pun mengetahui fakta bahwa semua protagonis dan antagonis di cerita dongeng adalah nyata serta terkonstruksi.
Agatha dan Sophie pun masuk ke sekolah untuk para jagoan dan penjahat di negeri dongeng. Namun, tanpa diduga-duga, Sophie yang manis, lemah lembut, dan baik hati justru masuk ke golongan penjahat atau Never dan Agatha yang urakan masuk ke golongan baik atau Ever.
Lambat laun, kejahatan menguasai hati Sophie dan ia kian nyaman menjadi pribadi yang keji. Agatha pun berjuang untuk melawan Sophie dan mengembalikan semuanya seperti dulu.
