Kesaksian Teman Tuli, Murid Ray Sahetapy di Teater Tujuh

3 April 2025 18:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Marta Hardy, salah satu murid Ray Sahetapy, ditemui di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Marta Hardy, salah satu murid Ray Sahetapy, ditemui di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan
ADVERTISEMENT
Semasa hidupnya, Ray Sahetapy menjadi salah satu pendiri dan pengajar di komunitas Teater Tujuh. Komunitas itu merangkul teman tuli yang ingin berkesenian dan menjadi aktor teater.
ADVERTISEMENT
Marta Hardy, salah satu murid Ray Sahetapy, mengenang Ray adalah sosok yang merangkul dan tidak pelit ilmu.
"Saya senang karena Om Ray bisa mendukung teman-teman tuli, sudah sayang sama teman-teman tuli seperti almarhum Gisca dan Surya. Seperti anak-anak sendiri," kata Marta ditemui di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (3/4).
Anak mendiang Ray Sahetapy, Rama Sahetapy (kanan) dan istrinya Merdi (kiri) berdoa di samping jenazah Ray Sahetapy di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta, Rabu (2/4/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
Marta mengapresiasi Ray sebagai orang sangat baik, suka membantu komunitas tuli, dan tidak pelit ilmu.
"Beliau mendirikan Teater Tujuh, agar masyarakat menyadari bahwa tuli itu juga bisa. Om Ray juga berharap teman-teman tuli bisa menunjukkan kemampuannya," ujar Marta.
Menurut Marta, Ray adalah sosok yang baik sekaligus tegas soal ilmu.
"Beliau mendorong teman-teman tuli dan suka membagi ilmu teater yang dia pernah belajar dulu. Itu dia bagikan semua kepada kami, terutama teman-teman tuli dan anak-anak tuli," jelas Marta.
ADVERTISEMENT
Marta sudah tahu sejak lama bahwa Ray mengidap diabetes dan punya gejala stroke.
"Aku pernah bilang sama Om Ray untuk kurangi manis-manis, karena risikonya tinggi. Beliau punya riwayat diabetes. Aku khawatir bagaimana bisa Om Ray mengajar, dan bisa melanjutkan Teater Tujuh," tutur Marta.
Aktor Ray Sahetapy di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (7/2). Foto: Aria Pradana/kumparan
Marta dan teman tuli lainnya mendoakan agar Ray bisa diberi tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Doa saya, semoga Om Ray di alam sana tenang, enggak sakit lagi, bisa mendapat tempat yang baik dan bertemu dengan almarhumah Kak Gischa," ungkap Marta.
Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4) pukul 21.04 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Adik Ray, Charly Sahetapy, mengungkap bahwa kakaknya meninggal dunia karena penyakit komplikasi stroke dan paru-paru.
ADVERTISEMENT
Jenazah Ray Sahetapy bakal dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4). Keluarga masih menunggu kedatangan putra ketiga Ray, Surya Sahetapy, dari Amerika.
Karier Ray dimulai saat debut layar lebar lewat film Gadis (1980) garapan sutradara Nya' Abbas Akup. Di film itu, Ray bertemu dengan Dewi Yull, hingga keduanya menikah pada 16 Juni 1984.
Ray Sahetapy lalu bercerai dengan Dewi Yull pada 2004, setelah mereka dikaruniai empat anak, yaitu Panji Surya, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, Rama Putra, dan Mohammad Raya Sahetapy.
Ray Sahetapy lalu menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti. Sementara itu, Dewi Yull membina rumah tangga dengan Srikaton pada 2008.