kumparan
21 Maret 2019 16:15

Kilas Balik Perjalanan Karier Adinia Wirasti

Kilas Balik Perjalanan Adinia Wirasti. Foto: Infografik: Sabryna Putri Muviola/kumparan.
Bagi para pecinta film, mungkin sudah tidak asing ketika mendengar nama Adinia Wirasti. Wajahnya lebih banyak menghiasi layar lebar dibandingkan layar kaca.
ADVERTISEMENT
Perempuan kelahiran Jakarta, 19 Januari 1987 ini, sejak dulu dikenal memiliki kulit kecokelatan. Dalam keluarga, Adinia Wirasti saat kecil juga memiliki sebutan tersendiri yakni 'Kentang Ireng' atau Kentang Hitam.
Namun, kekurangannya tersebut tidak menghambat dirinya untuk berkarya dan berprestasi. Adinia berhasil membuktikan bahwa dirinya bisa sukses. Ia pun mengawali karier sebagai model di salah satu majalah remaja pada era 2000-an.
Seiring berjalannya waktu, ia mendapatkan tawaran untuk terlibat pada film 'Ada Apa Dengan Cinta', di tahun 2002. Adinia beradu akting dengan Dian Sastrowardoyo, Titi Kamal, Sissy Prescillia, Ladya Cherill, dan Nicholas Saputra.
Berkat perannya sebagai Carmen pada film itu, namanya perlahan mulai banyak dikenal masyarakat. Ia juga sempat membintangi film 'Tentang Dia' yang tayang sekitar tahun 2005.
ADVERTISEMENT
Kemampuan aktingnya pada film itu, langsung mendapatkan apresiasi dari pecinta film. Perempuan yang kerap disapa Asti ini lalu mendapatkan penghargaan dari Festival Film Indonesia (FFI) 2005, untuk kategori 'Pemeran Pendukung Wanita Terbaik".
Adik dari Sara Wijayanto ini kemudian kembali mendapatkan penghargaan di Festival Film Bandung (FFB) pada tahun yang sama.
Adinia Wirasti, pemeran film 'Sultan Agung' (14/08/2018). Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Adinia Wirasti sangat fokus ketika mendapatkan suatu peran dalam sebuah film. Bahkan, saat menerima tawaran suatu film, ia selalu minta naskah ceritanya dalam bentuk fisik atau hardcopy.
"Makanya ketika saya di-pitching oleh seorang produser atau sutradara, dia bilang, 'Oke, nanti saya kirim skrip ya'. Dan saya selalu bilang kalau tidak mau dikirimkan skrip via data atau dokumen gitu, karena saya pusing bacanya. Saya jadi maunya kertas atau hardcopy," ucap Asti ketika ditemui di kawasan Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Keseriusannya dalam mendalami suatu peran, kembali mendapatkan apresiasi. Hal itu ia dapatkan di ajang penghargaan FFI 2013, pada kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film 'Laura & Marsha'.
Adinia Wirasti. Foto: Munady Widjaja
Perempuan berusia 32 tahun itu hingga kini telah membintangi lebih dari 17 judul film layar lebar. Beberapa di antaranya adalah '3 Hari untuk Selamanya' (2007), 'Arisan! 2' (2011), 'Selamat Pagi, Malam' (2014), 'Cek Toko Sebelah' (2016), 'Kartini' (2017), hingga 'Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta' (2018).
Penghargaan lain yang diperoleh Asti adalah 'Aktris Pemeran Utama Terbaik' di gelaran Asian Academy Creative Awards 2018 yang dihelat di Singapura, beberapa waktu lalu.
Asti memboyong piala 'Goddess of Creativity' untuk pertama kalinya lewat peran di film 'Critical Eleven' bersama Reza Rahadian.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya di Instagram, Asti mengaku sama sekali tak menyangka akan meraih penghargaan bergengsi tingkat Asia tersebut.
"Aku enggak pernah menyangka bisa berdiri di sini, di depan penonton Internasional, menerima penghargaan sebagai aktris terbaik," tulis Adinia Wirasti.
"Aku merasa terhormat dan diberkahi karena bisa mewakili Indonesia, dan aku juga antusias melihat perfilman Indonesia yang bisa menyuguhkan industri kreatif ke seluruh dunia," lanjutnya.
Adinia Wirasti saat hadir di Indonesia Movie Actor Award 2019 di MNC Tower Jakarta Kamis (15/03). Foto: Ronny
Yang terbaru, ia juga berhasil mendapatkan penghargaan di Indonesian Movie Actors (IMA) Awards 2019.
Adinia Wirasti menang pada kategori Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit, dalam perannya sebagai Lembayung di film 'Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta'.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan