Kumparan Logo

Kisah Masa Lalu Taqy Malik: Makan Sepiring Berempat, Lauk Minyak Bekas dan Garam

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taqy Malik. Foto: Instagram/@Taqy Malik
zoom-in-whitePerbesar
Taqy Malik. Foto: Instagram/@Taqy Malik

Taqy Malik dikenal sebagai selebgram, hafiz quran, sekaligus pebisnis sukses. Ia punya sejumlah bisnis dan tampak hidup bergelimang harta.

Terkait itu, tak sedikit yang mengira Taqy Malik lahir dari keluarga kaya raya. Ia pun merespons anggapan tersebut melalui unggahan Instagram.

embed from external kumparan

"'KAYA DARI LAHIR?' Kalau ada yang bilang, 'Taqy Malik mah emang dari kecil hidupnya udah kaya, apa aja serba ada,' gue terkadang bacanya sambil tertawa menggelitik," tulis Taqy Malik sebagai caption.

Taqy Malik. Foto: Instagram/@Taqy Malik

Pria berusia 23 tahun tersebut kemudian mengungkap masa lalunya yang belum diketahui banyak orang. Ia mengaku dibesarkan di keluarga yang tak bisa dibilang berkecukupan.

embed from external kumparan

"Fyi, gue dari kecil hidup orang tua enggak punya kerjaan, sekalinya punya kerjaan bokap jualan koran di lampu merah. Waktu TK diantar ke sekolah pake sepeda pinjaman tetangga, berkali-kali sepatu gue nyangkut di rantai sepedanya sampai sepatu gue sobek berkali-kali. Ini yang dibilang kaya dari lahir?" tulisnya.

Taqy Malik kemudian berkisah tentang betapa susahnya hidup ia dan keluarga saat itu. Dalam hal makan, salah satunya.

embed from external kumparan

"Gue pernah merasakan titik di mana hidup keluarga gue cuma makan 1 piring nasi untuk berempat dengan adik-adik gue, pakai lauk dari minyak goreng bekas dan garam yang diaduk-aduk dengan nasi terus dilayangkan suapan itu ke adik-adik gue. Tapi entah, dulu terasa nikmat dan bahagia. Mungkin itulah buah didikan dari orang tua, bagaimana mengajarkan anak-anaknya apa makna bersyukur yang sesungguhnya," tulis Taqy Malik.

embed from external kumparan

"Di dalam keluarga gue di masa kecil, kita punya makanan yang paling nikmat. Apa itu? Telur dadar, dibagi empat buat adik-adik gue. Itu bahagianya luar biasa, serasa menu makanan yang paling spesial," lanjutnya.

Tak cuma itu, Taqy Malik melanjutkan, keluarganya pun kerap mendapat hinaan dan cacian lantaran hidup miskin. Kini, dirinya bersyukur bahwa roda kehidupan telah berputar.

"Keluarga gue dulu sering dihina dan dicaci. Gue masih ingat ada orang terdekat yang bilang, 'Heh, anak banyak tapi kerjaan enggak ada. Mau kasih anak makan dari mana?' Sampai sekarang kata-kata itu terngiang di telinga gue," tulisnya.

"Rupanya Allah punya cara lebih indah, waktu terus berjalan, gue dan adik-adik mulai tumbuh besar. Satu per satu merantau untuk menimba ilmu di tanah Jawa, ada saja rezeki yang Allah berikan berkat kesabaran. Gue sebagai anak pertama berangkat dengan harapan pulang sudah menjadi orang berilmu dan sukses di tanah rantau," pungkas Taqy Malik.