Klarifikasi Syahravi Usai Dipolisikan Fariz RM: Salah Alamat

Musisi Syahravi angkat bicara terkait laporan polisi yang dilayangkan musisi senior Fariz RM terhadap dirinya atas dugaan pelanggaran hak cipta lagu Di Antara Kata.
Didampingi kuasa hukumnya, Elza Syarief, Syahravi menegaskan tuduhan tersebut salah sasaran dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Elza menekankan kliennya terlibat dalam proyek lagu tersebut berdasarkan kontrak kerja dengan produser, yaktu pria berinisial SN, bukan langsung dengan Fariz RM.
"Kami ingin menjelaskan apa yang muncul di media sosial yang mengatakan klien saya melakukan pelanggaran etika atau tidak izin membawakan lagu, itu tidak benar. Laporan terhadap klien kami adalah salah alamat. Hubungan hukum klien kami bukan dengan RM, melainkan dengan SN," tegas Elza Syarief dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/6).
Syahravi menjelaskan, keterlibatannya dalam lagu Di Antara Kata bermula pada tahun 2024 ketika ia mendapatkan tawaran dari SN, proyek album tribute bertajuk "45 Tahun Berkarier Fariz RM". Dalam proyek itu, Syahravi ditunjuk sebagai penyanyi aransemen ulang lagu tersebut.
"Sebagai musisi dan penulis lagu, saya ingin dikenal lewat karya, tapi tidak dalam situasi seperti ini. Proyek ini adalah album tribute Fariz RM. Saya ditunjuk oleh Pak SN sebagai produser dan penyanyi, dan kami tanda tangan kontrak kerja resmi untuk lagu tersebut," ujar Syahravi.
Syahravi menepis tuduhan bahwa dirinya tidak menghormati Fariz RM sebagai pencipta lagu. Ia bahkan menunjukkan bukti berupa video saat dirinya bertemu langsung dengan Fariz RM sebelum lagu tersebut dirilis.
"Saya mengerjakan proyek ini dengan sebaik mungkin dan memastikan Mas Fariz senang. Dalam video rekaman, Mas Fariz memuji aransemen vokal saya yang modern dan interpretasi saya terhadap lagunya. Beliau bahkan bilang, 'Cara lu nyanyi juga gua suka, karena interpretasinya sesuai dengan lagunya'," kata Syahravi.
Lebih lanjut, Syahravi menyebut masalah hukum mencuat ketika hubungan antara Fariz RM dan produser SN memanas akibat masalah internal.
Syahravi merasa dirinya menjadi korban di tengah konflik dua pihak tersebut, padahal ia telah menjalankan tugasnya sesuai kontrak.
"Semua yang saya lakukan, membawakan lagu itu saat promo, ada dalam batas kontrak kerja saya dengan Pak SN. Tidak ada satu pun yang saya lakukan di luar kontrak. Masalah yang ada sebenarnya adalah masalah dapur antara Mas Fariz dengan Pak SN," jelas musisi yang sudah berkarier selama 11 tahun tersebut.
Elza Syarief pun menyayangkan tindakan Fariz RM yang menyerang musisi muda yang tengah berkembang. Ia mengeklaim bahwa pihak SN sendiri sudah menyatakan siap bertanggung jawab atas segala urusan perizinan dan royalti terkait proyek album tersebut.
"Pak SN sudah mengatakan bahwa ini tanggung jawabnya, bukan tanggung jawab Syahravi. Klien kami hanya menjalankan kontrak profesional. Mengapa yang ditembak justru klien kami yang secara santun menghormati seniornya? Ini yang kami sesalkan," tutup Elza Syarief.
