Kumparan Logo

Komnas Anak: Boikot Saipul Jamil dari Seluruh Tayangan Televisi

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi dangdut Saipul Jamil melambaikan tangan saat keluar dari LP Cipinang, Kamis, Jakarta, (2/9). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi dangdut Saipul Jamil melambaikan tangan saat keluar dari LP Cipinang, Kamis, Jakarta, (2/9). Foto: Ronny

Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak memberikan tanggapan mengenai sambutan meriah terhadap Saipul Jamil usai bebas dari penjara beberapa waktu lalu.

Selain disambut meriah saat bebas, Saipul Jamil juga langsung wara-wiri di acara televisi. Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, meminta agar memboikot pria yang akrab disapa Bang Ipul itu tampil di layar kaca.

“Saya ingin menyampaikan dengan tegas, boikot Saipul Jamil dari seluruh tayangan tayangan televisi. Tidak mendidik, bahkan itu merusak gerakan perlindungan anak,” kata Arist di kantornya, Jakarta, Senin (6/9).

kumparan post embed
Penyanyi dangdut Saipul Jamil menaiki kendaraan saat keluar dari LP Cipinang, Kamis, Jakarta, (2/9). Foto: Ronny

Menurut Arist, pihak televisi tidak boleh hanya mencari keuntungan lewat rating yang tinggi. Namun, mereka juga harus memberikan tayangan yang bersifat edukatif.

Sementara itu, kepada masyarakat, Arist mengimbau mereka untuk lebih bijak dalam memilih tontonan. Ia berharap masyarakat tidak perlu menyaksikan tayangan atau program yang menampilkan Ipul di dalamnya.

“Meminta masyarakat untuk menyetop, mematikan televisi ketika Saipul Jamil dalam program itu,” tutur Arist.

kumparan post embed

Komnas Anak Menilai Penyambutan yang Berlebihan Terkait Kebebasan Saipul Jamil Bisa Buat Sakit Hati Korban

Ketua Komnas anak, Arist Merdeka Sirait. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Menurut Arist, penyambutan Ipul berlebihan sehingga bisa menyakiti hati korban. Tak hanya korban yang merasa sakit hati ketika melihat hal itu, tapi juga pegiat yang bergerak di perlindungan anak.

“Ini seolah olah dia baru pulang dari satu laga pertandingan, menang gitu. Itu membuat sakit hati Komnas Perlindungan Anak dan pegiat-pegiat perlindungan anak,” ucap Arist.

kumparan post embed

Saipul Jamil mendekam di penjara karena terjerat kasus pencabulan dan penyuapan. Selain dikecam karena kebebasannya dari penjara disambut meriah, ada juga petisi agar ia diboikot dari TV dan YouTube.

Usai bebas, Ipul memang langsung mendapat sejumlah tawaran pekerjaan, termasuk tampil di TV. Namun, banyak pihak menilai bahwa penyanyi dangdut berusia 41 tahun itu tidak pantas wara-wiri di layar kaca, mengingat dirinya adalah pelaku pencabulan.

Terkait itu, Ipul mengaku sedih dan shock. Sebab, dunia entertainment adalah tempatnya mencari penghasilan selama ini, sebelum terjerat kasus pencabulan dan penyuapan.