Konser Akbar Monas Jadi Perayaan Musik Klasik Terbuka untuk Masyarakat

Aula Simfonia Jakarta (ASJ), sukses menggelar pertunjukan bertajuk Konser Akbar Monas 2026, beberapa waktu lalu. Konser tersebut menjadi perayaan musik klasik terbuka bagi masyarakat.
Konser berskala internasional tersebut digelar secara gratis. Pengunjung yang hadir dapat menikmati pengalaman musik kelas dunia.
Lebih dari 200 musisi dan penyanyi dari Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS) memeriahkan konser tersebut. Repertoar dalam gelarannya tahun ini memadukan karya-karya agung musik klasik dunia dengan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.
Konser tahun ini hadir setelah perjalanan internasional Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta Oratorio Society melalui rangkaian Grand Concert Tour: The Symphonic Voyage from Indonesia pada tahun 2025.
Dalam rangkaian tur tersebut, para musisi Indonesia tampil di sejumlah gedung konser bergengsi dunia. Di antaranya Muza Kawasaki Symphony Hall di Jepang, Walt Disney Concert Hall di Los Angeles, Carnegie Hall di New York, Marian Anderson Hall di Philadelphia, dan The Music Center at Strathmore di Washington, D.C.
Dari perjalanan tur itu, JSO dan JOS telah membuktikan bahwa musisi Indonesia mampu tampil di panggung dunia. Kini, pengalaman musikal bertaraf internasional tersebut kembali dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia secara gratis melalui Konser Akbar Monas.
Pendiri dan Konduktor Aula Simfonia Jakarta, Jakarta Simfonia Orchestra, dan Jakarta Oratorio Society, Stephen Tong, mengatakan bahwa Konser Akbar Monas 2026 menjadi persembahan mereka bagi masyarakat.
"Kami telah menyaksikan sendiri bagaimana musik klasik mampu menyentuh hati penonton di berbagai belahan dunia, dari Tokyo hingga New York. Kini saatnya semangat yang sama kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia, di panggung terbuka yang menjadi milik kita semua, di kaki Monas," tutur Stephen Tong.
Lebih dari sekadar konser, Konser Akbar Monas merupakan perayaan budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang melalui keindahan musik klasik. Terlebih antusias penonton terhadap pertunjukan itu terus meningkat setiap tahunnya sejak gelaran pertamanya di tahun 2019.
