'Lastri' Jadi Film Terakhir Gary Iskak Sebelum Meninggal Dunia
·waktu baca 3 menit

Sebelum meninggal dunia, aktor Gary Iskak sempat terlibat dalam sebuah produksi film horor berjudul Lastri: Arwah Kembang Desa. Film tersebut menjadi kenangan terakhir dari Gary di industri film yang membesarkan namanya.
Suasana haru pun terpancar dalam acara peluncuran trailer dan poster film tersebut. Kepergian mendiang Gary Iskak pun menjadi sebuah kehilangan besar bagi para pemain dan kru film.
Salah satunya adalah Hana Saraswati yang menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Hana berharap film ini bisa menjadi bentuk penghormatan terakhir untuk mendiang Gary.
"Aku pengin film ini dikenang dengan baik sama banyak orang, dan semoga teman-teman bisa bantu mewujudkan itu, salah satu mimpi kita. Mengingatkan lagi katanya ini mungkin project terakhirnya Mas Gary ya sebelum almarhum gak ada," ujar Hana Saraswati saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Dalam film ini, Hana beradu akting dengan Gary Iskak yang memerankan tokoh Turenggo. Menurutnya, membangun chemistry dengan Gary berjalan dengan sangat mudah dan alami.
Hana menilai Gary sebagai pribadi yang tulus dan ramah. Meski berpenampilan tegas, bagi Hana, Gary merupakan pribadi yang sangat hangat.
"Dia tuh memang baiknya tuh baik tulus. Jadi chemistry-nya kita sama dia juga nyaman, enak, gak perlu maksa gitu, chemistry-nya tuh memang jalan aja. Ternyata begitu ngomong, tampilan sama hatinya beda jauh," ucap Hana.
Kenangan serupa juga dibagikan oleh Audi Bela yang berperan sebagai Eksekutif Produser sekaligus pemain film tersebut. Audi mengaku sudah mengenal Gary Iskak selama lebih dari satu dekade.
Baginya, hubungan dengan Garry lebih dari sekadar pertemanan. Kehadiran Gary sudah seperti keluarga baginya.
"Bareng-bareng beliau tuh karena kan udah bukan seperti teman ya, udah seperti saudara, udah kayak abang, kayak bapak saya sendiri, lebih dari teman lah," kenang Audi Bela.
Lastri: Arwah Kembang Desa merupakan film drama horor yang terinspirasi dari legenda urban dengan latar era 1980-an. Film garapan Hendry Tifo ini akan tayang di bioskop pada 16 Juli 2026.
Gary Iskak Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tunggal
Gary Iskak meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Bintaro, tepatnya di depan cucian mobil Rainbow pada 29 November 2025 pukul 00.30 WIB.
Menurut polisi, Gary menabrak pohon dan terpelanting di jalan. Namun, polisi memastikan Gary tidak di bawah pengaruh alkohol.
Kala itu Gary langsung dibawa ke RS Suyoto Veteran Bintaro dan langsung mendapat pertolongan. Namun, pada pukul 09.24 WIB, Gary mengembuskan napas terakhirnya. Jenazah Gary sempat disemayamkan di rumah duka di kawasan Ciputat Timur dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.
