Lawan Kekerasan, Angie 'Virgin' Main Drama Musikal 'Ode Tusuk Konde'

Sempat menetap di London, Inggris, membuat Angie Yulia atau Angie 'Virgin' melihat ada perbandingan yang signifikan antara Indonesia dengan negara lain. Ia merasa, gerakan kesetaraan di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara lain.
"Undang-undang antikekerasan aja belum disahkan," ujarnya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Maka dari itu, wanita berusia 34 tahun ini secara sukarela menawarkan diri untuk terlibat dalam sebuah drama musikal berjudul 'Ode Tusuk Konde'. Keputusannya itu juga menjadi bentuk kontribusi dirinya untuk melawan kekerasan pada perempuan.
Drama musikal yang diselenggarakan oleh LBH APIK Jakarta bersama Forum Suara Penyintas ini digelar dalam rangka memperingati '16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan'.

Kampanye tersebut bertujuan untuk menyampaikan hak-hak perempuan yang merupakan korban kekerasan. Selain itu, drama ini juga menjadi ajang pemulihan bagi para penyintas yang terlibat sebagai subjek yang berperan aktif dan dapat berekspresi lewat seni.
Pengalaman pahit para penyintas yang tertuang dalam drama diharapkan mampu mengedukasi masyarakat supaya tetap kritis terhadap isu kekerasan pada perempuan. Sedangkan tanggal 10 Desember 2017 dipilih sebagai hari pementasan 'Ode Tusuk Konde'.
Meski ini bukan pertama kalinya Angie terjun di dunia teater, dirinya mengaku tetap mengalami kesulitan.
"Kesulitannya (aku) gugup, nervous pasti, tapi yang lebih sulit lagi buat saya adalah pemahaman saya harus benar," kata lawan main Laudya Cynthia Bella dan Ardina Rasti di film 'The Virgin' ini. "Karena, cerita ini substansinya sangat dalam dan sangat berat."
Nantinya, ibu dua anak ini akan melakukan monolog tentang sinopsis drama 'Ode Tusuk Konde'. Meski baru bergabung untuk menjalani sesi latihan tiga minggu sebelum pementasan, Angie berharap bisa menampilkan yang terbaik.
Selain itu, Angie memberikan jawaban kepada masyarakat yang masih bertanya-tanya kenapa mereka harus peduli pada isu kekerasan.
"Mudah-mudahan setelah menonton drama ini, kamu akan mengerti kenapa kita harus gerak bersama," imbaunya.
Tak hanya Angie, Nia Dinata, Inisiator EnamBelas Film Festival, juga mengajak masyarakat untuk menonton 'Ode Tusuk Konde'.
"Ini 'kan pusatnya di Jakarta, aku berharap yang nonton akan menjadi corong-corong yang baru, karena corong-corong yang ada sekarang belum cukup untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan kekerasan seksual," ujarnya saat ditemui di kesempatan yang sama.
