Kumparan Logo

Lestari Tradisi Bandung 1990 Siap Bangkitkan Kembali Gempita Seni Sunda

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers film Lestari Tradisi: Bandung 1990 di Bumi Sangkuriang, Bandung, Sabtu (17/10/2026). Foto: Giovanni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers film Lestari Tradisi: Bandung 1990 di Bumi Sangkuriang, Bandung, Sabtu (17/10/2026). Foto: Giovanni/kumparan

Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan pagelaran akbar bertajuk Lestari Tradisi: Bandung 1990. Acara yang menggabungkan unjuk bakat seniman lokal, pagelaran kesenian Sunda, lomba kesenian, serta kemeriahan bazar kuliner dan kerajinan khas Sunda ini digealr di Bumi Sangkuriang, Bandung, Sabtu (17/10).

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengaku sangat antusias menyambut gelaran acara tersebut. Apalagi acara tersebut akan menghadirkan sesi unjuk bakat yang dimeriahkan oleh 250 penampil.

Harapannya, lanjut Renitasari, Lestari Tradisi: Bandung 1990, dapat turut mengenalkan generasi muda kepada seni dan budaya Sunda.

"Kita bikin unjuk bakat ya, tadi dikasih tahu di unjuk bakat itu ada yang muda muda gitu anak anak juga, kita bebaskan secara usia," kata Renita sari dalam konferensi pers yang digelar sebelum acara.

Renitasari juga sempat mengenang masa kecilnya di Bandung. Dia ingat betul ketika itu dirinya diajarkan untuk dapat setidaknya mengenal dan mendalami tradisi Sunda.

"Dulu waktu tinggal di bandung dari kecil kan memang kita biasanya diajarin untuk bisa paling nggak satu tarian tradisi terus juga bisa juga nyanyi lagu daerah, Sunda," ucap Renitasari.

"Harapannya dengan banyaknya acara seperti ini kita juga bisa menginspirasi pihak lain bahwa kegiatan seperti ini masih ada juga peminatnya," tambahnya.

Sehingga, ke depan banyak pihak yang menggelar kegiatan serupa dan melestarikan tradisi Sunda. Selain sebagai ajang reuni para seniman senior, acara semacam ini dapat menjadi motivasi bagi para junior untuk tetap melestarikan tradisi.

"Jadi selain menyemangati juga kepada yang senior-senior untuk yang junior juga melihat eh ternyata kita kalau tetap berkesenian Sunda tetap keren kok," tukasnya.

Bangkitkan Kembali Gempita Seni Sunda

instagram embed

Dalam kesempatan yang sama, Produser dan Pendiri Titimangsa, Happy Salma, mengungkapkan alasannya memilih tema Bandung 1990. Menurutnya, periode tersebut merupakan era gempita seni Sunda.

"Kenapa Bandung, surveinya, 90-an adalah denyutnya, gempitanya seni sunda, kalau di bandung mah hebat-hebat banyak ya pop sunda segala ada, dan semua sendiri-sendiri dan semua sukses," tuturnya.

Acara tersebut mengajak masyarakat untuk sama-sama bereuni dan merayakan era tersebut. "Nah, inginnya kita reuni yuk ke 90 an, kita satu payung sama-sama, kita mengenang masa masa itu, dan saling mengikat bahwa orang Sunda tuh senang bersaudara dan bersahabat," tandasnya.

Rangkaian Acara Lestari Tradisi: Bandung 1990

Panggung akan diisi dengan kegiatan Unjuk Bakat yang menampilkan talenta dari berbagai sanggar dan seniman lokal sebagai ruang berekspresi. Acara sore akan dipandu oleh kelompok komedian EJPeace, grup konten kreator dan kanal YouTube asal Bandung yang terkenal berkat video parodinya.

Puncak acara pada malam hari akan dipandu oleh trio pembawa acara kenamaan: Kang Sule, Ceu Popon, dan Kang Ohang. Panggung utama akan menampilkan sederet seniman Sunda, antara lain: Doel Sumbang, Nining Meida, Bungsu Bandung, Candil, Dewi Gita, Yukie Pas Band, Ebith Beat A, Dira Sugandi, Ujang Darso, Rehan Darso, serta Saung Angklung Udjo, Jugala Jaipongan, SambaSunda, dan Studio Tari Indrawati Lukman.

Malam Lestari Tradisi akan dihiasi dengan Pagelaran Kesenian Sunda dan Lomba Kesenian. Segmen pembuka akan menampilkan penyanyi Dira Sugandi, Nining Meida, dan Bungsu Bandung.

Selanjutnya, Dewi Gita membawakan penampilan Tari Topeng Tarung bersama Riyana Rosilawati. Pentas dilanjutkan dengan penampilan dari penyanyi legendaris Doel Sumbang. Kemudian, Sanggar Jugala akan diiringi SambaSunda untuk mempersembahkan atraksi Jaipongan Tari Alas Grombyang.

Konferensi pers film Lestari Tradisi: Bandung 1990 di Bumi Sangkuriang, Bandung, Sabtu (17/10/2026). Foto: Giovanni/kumparan

Acara akan dimeriahkan juga dengan Lomba Kesenian dengan peserta dari berbagai sanggar. Peserta lomba akan dinilai dewan juri dari berbagai latar belakang di dunia seni, yakni Renitasari Adrian (Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation), Happy Salma (Produser dan founder Titimangsa), Denny Chandra (aktor, pelawak, dan member P-Project), Dr. Ismet Ruchimat (praktisi seni, rektor ISBI), dan Indrawati Lukman (Maestro Tari Sunda)

Selanjutnya, penampilan tari dari Hot Mamah Dance Club, juga dari Sanggar Indrawati Lukman. Pentas dilanjutkan dengan kolaborasi Saung Angklung Udjo feat Ebith Beat A. Segmen berikutnya menghadirkan Candil, Yukie Pas Band, Ujang Darso, dan Rehan Darso yang membawakan lagu-lagu karya Darso secara medley.

Sebagai penutup kebersamaan, hadirin diajak bersama-sama seluruh penampil untuk menyanyikan lagu “Bubuy Bulan”, lalu SambaSunda bersama Rita Tila akan menemani penonton pagelaran Lestari Tradisi: Bandung 1990 hingga selesai.