Kumparan Logo

Live-Action Wandance Rilis Teaser Perdana, JO &Team Debut Jadi Kaboku Kotani

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Poster "Wandance" Live Action. Foto: Instagram/@wandance_movie
zoom-in-whitePerbesar
Poster "Wandance" Live Action. Foto: Instagram/@wandance_movie

Kabar yang telah lama dinantikan penggemar manga Wandance akhirnya datang juga. Adaptasi live-action dari manga populer karya Coffee tersebut akhirnya merilis teaser trailer terbaru pada Senin (22/6).

Tak hanya memberikan gambaran perdana mengenai filmnya, teaser tersebut juga mengumumkan jajaran pemeran utama serta jadwal penayangan yang telah ditetapkan pada 27 November 2026 mendatang.

Salah satu yang mencuri perhatian dalam pengumuman ini adalah terpilihnya member grup &Team, JO, sebagai pemeran tokoh utama Kaboku Kotani. Film ini disutradarai oleh Naoya Kusaba dengan naskah yang ditulis Keiichi Kobayashi.

Sementara itu, penari sekaligus pengusaha Charisma Kantarō dipercaya sebagai pengawas koreografi dan adegan tari yang menjadi elemen penting dalam cerita.

Dikutip dari Anime News Network, Wandance mengisahkan Kaboku, seorang remaja laki-laki yang selama ini menjalani hidup sesuai ekspektasi orang-orang di sekitarnya. Ia mengikuti aturan yang ditetapkan keluarga, sekolah, hingga gambaran masa depan yang dianggap ideal. Hidupnya terasa aman dan teratur, namun di saat yang sama juga kosong.

Semua berubah ketika suatu malam ia melihat seorang gadis bernama Hikari Wanda menari seorang diri di lingkungan sekolah. Dengan gerakan yang bebas dan penuh ekspresi, Wanda seolah mengubah hamparan beton biasa menjadi panggungnya sendiri.

Momen sederhana itu menjadi titik balik bagi Kaboku. Ia mulai tertarik pada dunia tari dan perlahan menemukan kebebasan yang selama ini tidak pernah ia rasakan.

Salah satu member &Team, Jo. Foto: Instagram/@andteam_official

Namun, jalan yang harus ditempuh Kaboku tidak mudah. Ia memutuskan bergabung dengan klub tari hip-hop yang hampir seluruh anggotanya perempuan dan memiliki kemampuan jauh di atas dirinya. Di tengah rasa takut, keraguan, dan masa depan yang tidak pasti, Kaboku belajar mengenal dirinya sendiri melalui tarian.

Dengan latar budaya hip-hop Jepang yang kuat serta karakter-karakter yang unik, Wandance menghadirkan kisah coming-of-age yang inspiratif. Manga ini bahkan kerap direkomendasikan bagi penggemar karya seperti Blue Period dan Your Lie in April karena sama-sama mengangkat tema pencarian jati diri melalui seni.

Bagi JO, proyek ini menjadi langkah besar dalam kariernya. Film Wandance menandai debut akting sang idol sekaligus pengalaman pertamanya menjalani proyek solo dalam skala besar.

"Sejujurnya, ketika pertama kali mendengar bahwa saya akan memerankan Kabo dalam Wandance, rasa terkejut saya lebih besar daripada rasa senang. Selama beberapa hari, saya sulit mempercayainya sampai-sampai bertanya, 'Apakah ini benar-benar nyata?'" ungkap JO seperti dikutip dari akun Instagram @wandance_movie.

Meski awalnya diliputi rasa tidak percaya, JO mengaku semakin memahami alasan dirinya terpilih setelah membaca manga aslinya. "Saya menyadari banyak kesamaan antara Kabo dan diri saya sendiri. Saya langsung tenggelam dalam dunia karya tersebut dan mulai memahami sedikit demi sedikit alasan mengapa sayalah yang memerankan Kabo," ujarnya.

Demi menghidupkan karakter tersebut, JO menjalani persiapan intensif baik dari sisi akting maupun tari. Ia bahkan berusaha memahami cara berpikir dan perasaan Kaboku saat menari.

instagram embed

"Saya mendalami gaya menari Kabo, menyelaraskan cara menari dan perasaan saya dengan perasaan Kabo, serta terus merenungkan pertanyaan 'mengapa saya menari' untuk membangun karakter ini," katanya.

JO juga mengungkapkan bahwa proses produksi film ini menjadi tantangan tersendiri karena untuk pertama kalinya sejak debut, ia harus meninggalkan aktivitas grup sementara waktu demi fokus pada proyek individual.

"Ini pertama kalinya sejak debut saya menjalani kegiatan solo yang seserius ini. Saya terus merasa cemas dan tegang karena harus menyelesaikannya sendirian. Namun saya ingin memberikan karya terbaik bagi semua orang yang akan menonton film ini dan para penggemar, sehingga saya melakukan banyak riset dan latihan," tuturnya.

Menurut JO, pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan menarinya, tetapi juga membuat dirinya bertumbuh secara pribadi.

"Saya tentu ingin penonton menikmati tarian dan musik dalam film ini. Namun saya juga berharap mereka bisa menyaksikan perjalanan Kabo yang bertemu banyak orang melalui tarian dan tumbuh dewasa sambil menghadapi berbagai konflik batin," pungkasnya.