Kumparan Logo

LogaMulia, Band Metal Bentukan Comi Payung Teduh, Rilis Single Kedua

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Comi Payung Teduh. Dok: Instagram @azizcomi
zoom-in-whitePerbesar
Comi Payung Teduh. Dok: Instagram @azizcomi

Semua remaja penikmat musik di Indonesia mungkin tak asing dengan Payung Teduh. Setelah ditinggal oleh Is Pusakata, band folk yang kini digawangi oleh Comi (bas gitar), Cito (drum), dan Ivan (gitarlele, terompet, vokal) itu terus mengudara dan berkarya.

Di sela-sela kesibukan bersama Payung Teduh, Comi dan Cito ternyata membentuk sebuah band metal bernama LogaMulia. Band ini juga diperkuat oleh Apit, mantan vokalis Purgatory, dan Ayi yang selama ini dikenal sebagai gitaris band Straight Out.

LogaMulia, band baru Comi dan Cito Payung Teduh. Foto: Dok. Comi Payung Teduh

Apit menjelaskan apa makna nama LogaMulia. Ternyata, nama itu tercetus saat Comi hengkang dari Payung Teduh pada 2017.

"Dulu, waktu Comi keluar dari Payung Teduh, dia punya keinginan balik ke habitatnya di skena metal. Setelah bertemu gue, Ayi, dan mengajak Cito, Comi bilang, 'Kalian bertiga ini berharga banget untuk bikin band metal bareng'," kata Apit ketika dihubungi kumparan, Selasa (25/2).

"Tercetuslah kata 'Precious Metal' (logam yang berharga). Dari situ, kita translate ke bahasa Indonesia jadi LogaMulia," sambungnya.

LogaMulia, band baru Comi dan Cito Payung Teduh. Foto: Dok. Comi Payung Teduh

LogaMulia baru saja merilis single bertajuk Sang Penghasut. Nuansa di lagu itu terasa sangat mengerikan, lengkap dengan riff gitar penuh distorsi serta breakdown yang ampuh memanjakan telinga semua metalhead Indonesia. Sebagai pencipta lagu, Comi menjelaskan cerita di balik lagu Sang Penghasut.

"Ini ceritanya tentang seseorang yang masuk ke dalam sebuah kelompok masyarakat, lalu melakukan adu domba. Dia menggunakan tipu muslihat untuk mencapai tujuannya sendiri," kata Comi.

LogaMulia, band baru Comi dan Cito Payung Teduh. Foto: Dok. Comi Payung Teduh

Comi mengaku, LogaMulia siap untuk merilis video klip dari lagu San Penghasut pada 28 Februari mendatang. Nantinya, single ini akan menjadi bagian dari album perdana yang sudah hampir rampung digarap.

"Album sudah 75 persen beres, rekaman barangkali beres April dan mixing kami selesaikan Mei. Kami targetkan tahun ini album rilis. Tapi, setelah Sang Penghasut, ada satu single lagi yang berjudul Seni Manipulasi," ujarnya.

instagram embed

Melihat pernyataan Comi, kelihatannya ia cukup aktif berkarya bersama LogaMulia. Bagaimana nasib Payung Teduh? Akankah band yang sudah berdiri sejak 2010 itu bubar?

"Saya dan Cito akan membagi waktu sebaik mungkin, karena Payung Teduh dan LogaMulia adalah nyawa kami berdua. Enggak perlu khawatir, bisa dipastikan saya akan terus berkarya di LogaMulia dan Payung Teduh," ungkapnya.

video youtube embed

Sebelum merilis Sang Penghasut, LogaMulia sudah menelurkan single bertajuk Musuh Publik (2019). Single itulah yang membawa Comi dan kawan-kawan menjadi nominasi di AMI Awards 2019.