Lola Amaria Sedih Penayangan Film Pesantren Harus Ditunda

8 Agustus 2022 14:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
 Adegan di Film Pesantren. Foto: Dok. Lola Amaria Production
zoom-in-whitePerbesar
Adegan di Film Pesantren. Foto: Dok. Lola Amaria Production
ADVERTISEMENT
Artis Lola Amaria merasa sedih saat harus mengumumkan mengenai penundaan penayangan film Pesantren. Lewat Lola Amaria Production, ia ditunjuk sebagai distributor film karya sutradara Shalahudin Siregar itu.
ADVERTISEMENT
Film Pesantren yang menceritakan kehidupan pesantren di Pondok Kebon Jambu Al Islamy itu seharusnya dijadwalkan tayang di bioskop pada 4 Agustus lalu. Penayangan film itu ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Kami sedih dan rasanya berat sekali mengumumkan penundaan ini, apalagi film ini cukup ditunggu," kata Lola Amaria dalam keterangan tertulis, belum lama ini.
Adegan di Film Pesantren. Foto: Dok. Lola Amaria Production

Lola Amaria Sebut Film Pesantren Tidak Hanya Dinanti oleh Santri

Lola mengatakan, penayangan film Pesantren tidak hanya dinanti oleh para santri, tapi juga para penikmat film Indonesia.
“Bukan saja oleh kalangan santri, tapi juga penonton film Indonesia yang mayoritas Islam,"  tutur Lola.
Lewat film itu, masyarakat dapat mengetahui kehidupan di pesantren yang jarang bisa diakses oleh publik.
ADVERTISEMENT
Adegan di Film Pesantren. Foto: Dok. Lola Amaria Production
Film Pesantren mendapat sambutan yang cukup hangat dalam sejumlah pemutaran. Film itu diputar untuk publik pertama kali di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) pada 2019 lalu.
Lola mengatakan bahwa sejumlah isu dalam film Pesantren patut untuk diketahui banyak orang. Film itu mampu menjadi gambaran mengenai kehidupan di pesantren.
"Saya saat itu bilang kalau film ini harus naik sebagai perspektif bahwa pesantren dan Islam itu berkembang dengan sangat baik,” ucap Lola di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Lola Amaria. Foto: Munady Widjaja
Saat film Pesantren hendak ditayangkan, Lola mengaku tidak banyak berharap akan hasil penjualan tiketnya. Ia hanya berharap agar film tersebut bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat luas.
“Saya belajar ilmu barokah dari film ini, karena itu saya tidak berharap tentang pendapatan dari penjualan tiket, tapi barokahnya. Meski sedikit yang nonton, tapi kalau berdampak besar itu barokah,” ungkap Lola.
ADVERTISEMENT
Film Pesantren memberikan pandangan tentang bagaimana kehidupan dua santri dan guru muda di Pondok Pesantren terbesar dengan 2 ribu santri di Kebon Jambu Al Islamy, Cirebon, Jawa Barat.