Lorde Resmi Batalkan Konsernya di Israel

Penyanyi sekaligus pencipta lagu Lorde resmi mengumumkan pembatalan konsernya di Tel Aviv, Israel, pada tanggal 5 Juni 2018. Padahal, Lorde baru saja mengumumkan akan menggelar konser di Tel Aviv pada tanggal 18 Desember lalu.
Hal ini terjadi setelah Lorde dikritik oleh aktivis anti-Israel yang terus-menerus melakukan boikot terhadap negara tersebut.
Pengumuman ini disebarluaskan oleh pihak agensi Lorde yang berbunyi, "Hey guys, jadi tentang pertunjukan di Israel. Aku telah menerima pesan dan surat yang membludak dan (aku) telah melakukan banyak diskusi dengan orang-orang dari banyak sudut pandang. Dan aku pikir keputusan yang tepat pada saat ini adalah membatalkan konsernya."
Tetapi, penyanyi berusia 21 tahun ini mengaku tidak bangga akan keputusannya membatalkan konser di Israel.
"Aku bangga dengan diri sendiri karena bisa menjadi orang yang memiliki pengetahuan luas, dan aku telah banyak membaca serta mencari banyak opini sebelum merencanakan di Tel Aviv. Tapi aku tidak terlalu bangga mengungkapkan bahwa aku tidak membuat keputusan yang tepat untuk ini," ujar Lorde selanjutnya.
Terakhir, pelantun 'Royals' berharap, dia bisa mengunjungi Israel suatu waktu nanti dan menepati janjinya untuk konser di sana.
"Tel Aviv, selalu menjadi mimpiku untuk mengunjungi belahan dunia yang indah itu. Dan aku sangat mohon maaf karena telah memutarbalikkan komitmenku untuk hadir dan bermain untuk kalian. Aku harap suatu hari kita bisa menari bersama. L x," tutup Lorde.
Pembatalan pertunjukan Lorde ini mendapatkan tanggapan dari Menteri Kebudayaan Israel, Miri Regev. DIlansir dari NBC News, Regev menuliskan, "Lorde, aku harap kamu bisa jadi 'pure heroine', seperti judul pada album perdanamu. Jadilah pahlawan perempuan dari sebuah budaya, bebas dari pertimbangan politik dan konyol."
Sebuah pergerakan yang dikenal sebagai Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) kerap melakukan kampanye agar artis dan musisi yang dari seluruh belahan dunia untuk membatalkan penampilannya di Israel. BDS pernah membuat Elvis Costello, Thurston Moore, dan Lauryn Hill batal tampil di negara tersebut
Namun hal itu tidak berlaku bagi Radiohead dan Nick Cave. Radiohead menggelar konser pada bulan Juli lalu dan diikuti Nick Cave pada bulan November.
