Kumparan Logo

LSF: Film Merah Putih One For All Kantongi Izin Tayang untuk Semua Umur

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Poster film animasi Merah Putih. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Poster film animasi Merah Putih. Foto: Dok. Istimewa

Film animasi Merah Putih One For All resmi mengantongi status lulus sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF). Film produksi Perfiki ini diklasifikasikan untuk kategori Semua Umur (SU) dan berdurasi 70 menit.

Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) untuk film ini telah diterbitkan oleh LSF pada awal Juli lalu, setelah melalui serangkaian prosedur peninjauan.

"Pertama, film dengan judul Merah Putih One For All kami terima pendaftaran lulus sensor pada 4 Juli 2025. Lalu tanggal 5 Juli kami sudah keluarkan surat tanda lulus sensor. Dengan klasifikasi untuk semua umur, berdurasi 70 menit," kata Ketua LSF, Naswardi, kepada kumparan, Senin (11/8).

Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Penetapan klasifikasi Semua Umur didasarkan pada penilaian komprehensif yang dilakukan oleh tim penyensor. Proses ini melibatkan penelitian yang mendalam terhadap berbagai aspek sinematik.

"LSF seperti biasa melaksanakan prosedur baku yang berlaku. Setelah kami terima, masuk ke dalam studio, untuk diteliti," jelas Naswardi.

Naswardi menyebut ada beberapa elemen krusial yang menjadi fokus utama tim penyensor dalam menilai kelayakan sebuah film untuk dipertontonkan kepada publik.

"Berdasarkan penilaian yang dilakukan tenaga sensor dan anggota sebagai kelompok penyensor. Pertama berkaitan judul, adegan, dialog dan monolog, lalu nuansa filmnya. Dari sisi itu semua, maka kami menetapkan klasifikasi semua umur berdasarkan penelitian yang dilakukan," jelas Naswardi.

LSF Lihat Ada Niat Baik

LSF melihat adanya niat baik di balik produksi film Merah Putih One For All. Tema yang diusung dinilai sangat relevan dan positif, terutama karena dirilis bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

"Dari sisi judul dan tema, film ini sebenarnya niatnya untuk mengambil momentum 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Dari sisi niat, ini niatnya sangat baik," ujar Naswardi.

Di sisi lain, Naswardi menegaskan batasan peran dan wewenang LSF untuk menilai kualitas produksi atau aspek sinematografi sebuah karya film.

instagram embed

Hal tersebut sepenuhnya menjadi ranah industri dan akan dinilai langsung oleh penonton.

"Materi yang kami terima, untuk masuk ke dalam penyensoran itu, pertama materi final. Kalau kualitas, penentuan rating, kualitas produksi, itu dikembalikan kepada penonton sebenarnya. Kalau filmnya bagus pasti penontonnya akan banyak," tutupnya.

Film Merah Putih One For All dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 14 Agustus 2025.

Film yang diketahui baru dikerjakan bulan Juni 2025 ini bercerita tentang delapan anak dari berbagai latar belakang budaya yaitu Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa. Mereka bersatu dalam misi heroik menyelamatkan bendera merah putih yang hilang secara misterius tiga hari sebelum upacara kemerdekaan dimulai.

Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi Rp 6,7 miliar rupiah, berdasarkan keterangan dari Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono.

Merah Putih: One For All disiapkan untuk tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025 bersama drama La Tahzan, komedi Tinggal Meninggal, dan horor Panggilan dari Kubur.