Kumparan Logo

Lusant Hadirkan ‘Dunia Seakan Pulang’, Single Kedua Menuju EP ‘Cerita Luka’

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi Lusant. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi Lusant. Foto: Istimewa

Penyanyi Lusant kembali melanjutkan perjalanan musikalnya menuju EP perdana bertajuk Cerita Luka melalui single kedua, ‘Dunia Seakan Pulang’.

Setelah memperkenalkan karakter musiknya lewat single debut Tak Pernah Jadi Rumah, Lusant kini menghadirkan karya yang mengangkat tentang kehilangan, kerinduan, penerimaan, hingga proses penyembuhan.

Melalui Dunia Seakan Pulang, Lusant bercerita tentang seseorang yang masih memiliki rasa kepada orang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya, tetapi harus menerima kenyataan bahwa keduanya kini berjalan di arah yang berbeda.

Lagu ini tidak bercerita tentang upaya untuk kembali bersama. Sebaliknya, Lusant ingin menggambarkan bagaimana seseorang belajar menerima perpisahan, mengikhlaskan, serta tetap mencintai dengan tulus meski tidak lagi berada di sisi yang sama.

“Ada saat ketika kita harus merelakan seseorang yang masih sangat kita cintai, bukan karena perasaan itu hilang, tetapi karena takdir membawa kita pada perjalanan yang berbeda,” ungkap Lusant.

instagram embed

Menurut Lusant, perpisahan tidak selalu terjadi karena rasa cinta telah menghilang. Terkadang, dua orang yang masih saling berarti harus menerima bahwa kehidupan membawa mereka menuju perjalanan masing-masing.

Karena itu, doa dan harapan agar seseorang yang pernah dicintai bisa menemukan kebahagiaan menjadi bentuk kasih yang ingin disampaikan Lusant melalui lagu tersebut.

Penyanyi Lusant. Foto: Istimewa

Secara musikal, Dunia Seakan Pulang dikemas dalam nuansa emotional pop yang hangat dengan lirik puitis. Lagu ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi pendengar yang pernah kehilangan seseorang yang begitu berarti.

Rilisan ini juga menjadi bagian dari rangkaian cerita menuju EP Cerita Luka. Jika Tak Pernah Jadi Rumah menggambarkan awal dari sebuah luka, Dunia Seakan Pulang merepresentasikan fase ketika seseorang mulai belajar berdamai dengan kenyataan.

Lewat Cerita Luka, Lusant ingin menghadirkan perjalanan emosional yang tidak hanya berbicara tentang patah hati, tetapi juga tentang proses manusia menerima keadaan, bertumbuh, dan kembali menemukan harapan setelah mengalami kehilangan.

Dalam proses produksinya, Dunia Seakan Pulang ditulis oleh Winsten H dan diproduseri sekaligus diaransemen oleh Double D. Sementara itu, bagian bass diisi Phil Jordan, dengan proses mixing dan mastering oleh Yoga Patria (Nineball).

Identitas visual single ini diperkuat melalui artwork karya Afriani K dan fotografi oleh Yudi Adrian.

Kini, Dunia Seakan Pulang telah tersedia di seluruh platform musik digital. Single tersebut menjadi langkah berikutnya bagi Lusant sebelum menghadirkan EP perdana Cerita Luka secara keseluruhan.

Melalui proyek ini, Lusant ingin mengingatkan bahwa cinta tidak selalu berarti mempertahankan seseorang untuk tetap berada di sisi kita. Ada kalanya mencintai juga berarti mampu melepaskan dengan tulus, menerima jalan yang berbeda, dan tetap mendoakan kebahagiaan orang yang pernah begitu berarti.