Kumparan Logo

Macabre Art Installation Ghost In The Cell Bawa Isu Korupsi ke Dunia Nyata

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung memotret instalasi seni pada pameran Macabre Art Installation Ghost in the Cell di Nirmana Falatehan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung memotret instalasi seni pada pameran Macabre Art Installation Ghost in the Cell di Nirmana Falatehan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Come and See Pictures memperluas pengalaman sinematik film Ghost In The Cell ke dalam ruang fisik melalui sebuah pameran bertajuk Macabre Art Installation.

Proyek ini merupakan buah kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan berbagai elemen artistik, mulai dari film, ilustrasi, hingga seni prostetik yang mendetail.

Melalui instalasi ini, pengunjung diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi berjalan masuk ke dalam atmosfer kelam yang dibangun dalam film tersebut.

Pengunjung mengamati instalasi seni pada pameran Macabre Art Installation Ghost in the Cell di Nirmana Falatehan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Dengan memadukan tata artistik, kostum, tata suara yang mencekam, serta instalasi seni yang provokatif, elemen visual dari layar dipindahkan secara nyata ke hadapan publik. Hal ini menciptakan pengalaman imersif, saat batas fiksi dan realitas menjadi semakin tipis.

Sutradara Joko Anwar menjelaskan langkah memindahkan seni makabre ini ke dunia nyata bukan tanpa alasan.

"Tujuan dari kami memindahkan macabre art ini ke dunia nyata adalah karena memang film ini kan terinspirasi dari isu-isu yang memang terjadi di dunia nyata," ungkap Joko Anwar di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan pada Sabtu (16/5).

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa medium film terkadang memberikan jarak antara penonton dan isu yang diangkat.

"Ketika orang melihat di film, mereka tidak langsung bersinggungan dan tidak langsung berhadapan dengan isunya. Tujuan membawa ini ke dunia nyata supaya orang memang melihat bahwa this is real," tegas Jokan, sapaan akrabnya.

Pengunjung mengamati instalasi seni pada pameran Macabre Art Installation Ghost in the Cell di Nirmana Falatehan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Salah satu isu yang ingin ditekankan melalui instalasi ini adalah ironi kekayaan alam Indonesia yang justru menjadi bumerang bagi rakyatnya sendiri. Joko Anwar menyoroti bagaimana korupsi sumber daya alam (SDA) telah menggerogoti bangsa.

"Kita sedang menghadapi ini, kasus korupsi, terutama korupsi sumber daya alam ya. Karena kita memang negara yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya dan memang ini adalah curse kita sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam, korupsi SDA-nya juga paling besar," papar Joko Anwar.

Tak hanya soal korupsi, instalasi ini juga jadi medium kritik terhadap sistem hukum dan kekerasan sistemik yang telah berlangsung lama di Indonesia.

Joko Anwar melihat bahwa hukum sering kali menjadi alat yang tidak berpihak di kepentingan publik.

"Dan satu lagi isu yang mau kita angkat adalah hukum di Indonesia tidak berpihak kepada rakyat. Dan ini sebenarnya hukum dan kekerasan, kekerasan sistemik ini sudah kita rasakan bertahun-tahun. Dan ini yang coba kita bawa ke luar lewat si macabre art-macabre art ini," tambah Joko Anwar.

Instalasi seni pada pameran Macabre Art Installation Ghost in the Cell di Nirmana Falatehan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Manifestasi dari kritik tersebut dituangkan dalam karya-karya visual yang mengerikan namun sarat makna. Di dalamnya, pengunjung bisa lihat instalasi patung kematian para tokoh dalam film Ghost In The Cell.

Ada potret kematian tokoh Endy, yang diperankan Rio Dewanto, hingga kematian tokoh Tokek yang Aming perankan.

Tak hanya melihat pameran, pengunjung juga bisa mendengar suara yang berasal dari telepon atau earphone. Di dalamnya, pengunjung jadi tahu latar belakang cerita tokoh yang meninggal dunia.

Bagi yang ingin merasakan pengalaman mencekam dan penuh pesan sosial ini, Macabre Art Installation Ghost In The Cell dibuka untuk umum mulai tanggal 16 hingga 22 Mei. Pameran ini dapat dikunjungi secara gratis di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan.