Main di Tumbal Proyek, Kiesha Alvaro: Film Horor yang Gak Receh
ยทwaktu baca 2 menit

Kiesha Alvaro terlibat dalam film berjudul Tumbal Proyek. Film arahan sutradara Jeropoint itu, menjadi film horor terberat yang pernah dia mainkan sejauh ini.
Ketika berkunjung ke kumparan, Kiesha Alvaro bilang kalau porsi drama di film tersebut cukup menguras emosinya. Menurutnya adegan drama justru menjadi tantangan terberat baginya dalam bermain di film itu.
"Kalau dari aku, ini film horor apa drama, lebih berat scene dramanya dari pada yang gore-gore-nya itu, kalau di film horor iya ini terberat, capek banget," ujar Kiesha.
Karena treatment tersebut, Kiesha berani mengeklaim bahwa Tumbal Proyek bukan film horor yang biasa saja. Penceritaan dan drama yang kuat menjadi fokus utama film itu.
"Maksudnya ya itu mas Jero pengin benar-benar menguatkan semua elemen yang bisa dia kasih di filmnya gitu, makanya aku biang menurut ku ini film horor yang gak receh," kata Kiesha.
"Karena kita gak modal jumpscare gak modal 'huwah' dikit-dikit 'huwah' kayak lebih ke psychological horror juga sih," lanjutnya.
Hal senada disampaikan lawan mainnya Karina Suwandi. Dalam kesempatan yang sama, Karina membenarkan bahwa film tersebut tak hanya mengandalkan jumpscare melainkan faktor psikologis.
"Psikologis keluarga, psikologis situasi, kondisi yang kayak PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) itu keluar semua sih di setiap karakter ya," tutur Karina.
Menurut Karina, setiap karakter akan menyuguhkan sisi penceritaan dan latar belakang yang kuat. Meski horor, penonton akan disuguhkan dengan adegan drama yang terasa padat. Bagaimana setiap karakter menghadapi rasa kehilangan dalam hidup mereka.
"Karena kan masing masing mengalami kehilangan dan masing masing itu harus gimana cara meng-coup kondisi itu gitu, dengan ini, yang satu jalurnya ini, yang satu jalurnya ini, jadi tiga jalur yang berbeda," tandasnya.
Film Tumbal Proyek bercerita tentang misteri hilangnya Bayu (Rendy Khrisna) di sebuah proyek pembangunan. Sang anak, Yuda yang diperankan Kiesha Alvaro, berusaha mencari jawaban atas hilangnya sang ayah.
Film ini dibintangi oleh Callista Arum, Kiesha Alvaro, Karina Suwandi sebagai Bu Martha serta Fuad Idris yang memerankan sosok Mbah Tarmo.
