Maliq & D'Essentials Garap Album ke-10, Widi: Kita Bikin dari Hati

Drummer grup musik Maliq & D’Essentials, Widi Puradiredja, senang karena ia dan teman-temannya masih bisa bertahan di dunia musik Indonesia hingga usia 24 tahun.
Sebagai perayaan akan capaian itu, Widi mengungkap bahwa Maliq & D'Essentials tengah dalam proses penggarapan album mereka yang ke-10.
"Kita lagi rekaman sekarang untuk album ke-10. Rasanya sesudah di studio pengin bongkar lagi lagunya, enggak boleh dibikin jelek-jelek, rasanya pengin nulis ulang lagi, banyak yang pengin diutak-atik lagi," kata Widi usai hadiri Musikal Senja Teduh Pelita di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Jadi grup musik beraliran Jazz tersukses sampai saat ini, menurut Widi, tak pernah terbesit sedikit pun di pikirannya. Sebagai musisi, Widi dan kawannya di Maliq sejak awal hanya berusaha jujur dengan konsep musik yang mereka usung.
"Seringkali diri sendiri nanya, kita itu bagusnya apa sih? Rasanya kita begini-begini saja. Orang tuh suka. Oh, ternyata kadang-kadang ada sesuatu yang kita bikin dari hati di dalam studio, enggak pernah pura-pura, kita selalu sejujur-jujurnya," ucap Widi.
Maliq & D'Essentials Jadi Grup Musik yang Punya Identitas Jelas di Belantika Musik
Bersyukur dengan cara itu, kata Widi, mampu membentuk Maliq jadi sebuah grup musik yang memiliki identitas jelas di belantika musik hingga saat ini.
"Di studio kita enggak pernah ada obrolan apa yang komersial, enggak ada yang idealis, tapi kita selalu bikin apa yang paling jujur di hati kita, bikin kita happy. Dan ternyata kalau perasaan itu kita bawa, nyampe di orangnya punya getaran yang luar biasa," ungkap Widi.
Rasa bangga Widi itu pun makin membuncah ketika karya musik Maliq bisa dibawakan melalui medium lain yakni lewat karya Musikal Senja Teduh Pelita.
Berharap Karya Maliq & D'Essentials Bisa Terus Menginspirasi
Widi berharap musikal ini bisa menjadi pembuka agar ke depan karya Maliq bisa terus menghibur dan menginspirasi dari generasi ke generasi.
"Terlalu campur aduk perasaannya. Lihat bagaimana perjalanan Malik, bagaimana apa yang kita lakukan 24 tahun ini dengan penuh hati, jiwa raga, itu punya arti baru yang berlipat-lipat," kata Widi.
Widi mengucapkan terima kasih karena karya-karya Maliq bisa dinikmati hingga saat ini.
"Terima kasih untuk Tuhan, terima kasih untuk semesta bahwa kita ada di sini. Karya-karya Maliq bisa dinikmati, bisa menginspirasi, ini ada jalannya. Semoga ini menjadi jalan pembuka untuk kita semua untuk saling menginspirasi, memberi positif energi yang selalu baik," tutupnya.
