Mantan ART Sebut Erin Suka Maki-maki dengan Kata Kasar hingga Todongkan Pisau
ยทwaktu baca 4 menit

Mantan ART Erin, Herawati, buka suara soal tindak penganiayaan yang dilakukan oleh mantan istri Andre Taulany itu. Kata Herawati, sejak awal kerja, dirinya sempat mendapat sejumlah kata makian dari Erin.
"Awal-awalnya sih pas tiga hari, empat hari itu, sudah sering dimaki-maki sama Ibu Erin. Kayak kerja tolol, bego. Nah, dari situ juga saya ngelihat teman-teman saya yang di situ juga kan dimaki-maki juga," kata Herawati di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5).
Dari situ, Herawati sudah punya firasat yang tak enak dan berpikir untuk mengundurkan diri. Tindakan tak menyenangkan justru makin sering ia rasakan menyusul pengunduran dirinya. Dia bahkan mengaku pernah ditodong pisau oleh mantan majikannya.
"Pernah dia pegang pisau ini pas seminggu sebelum kejadian. Itu dia pegang pisau dapur, terus ada saya, manggil saya, 'Herawati, sini!' katanya. 'Kamu di sini jangan sembarangan'. Sambil tunjukkan pisaunya itu ke saya," kata Herawati.
"'Kamu di sini jangan sembarangan ya. Kerja jangan asal-asalan ya'. Sambil pegang pisau gitu ke saya. 'Bu, iya ya, Bu'. Saya bilang, saya kan takut ya. Saya bilang, 'Iya, Bu. Iya, Bu. Iya'. 'Ya sudah, sana kembali kerja'. kayak gitu," tambahnya sambil mengingat kejadian tersebut.
Perlakuan kasar Erin itu, semakin membuatnya tak betah. Puncaknya terjadi ketika ia dimarahi karena tak membuka gorden saat membersihkan kamar putra Erin. Erin yang kesal memaki-maki Herawati ketika itu.
Tak sampai di situ, emosi Erin makin memuncak saat melihat pintu kamar mandi putranya tak ditutup. Erin bahkan tak mau mendengarkan alasan dari Herawati. Ketika itu, Erin lantas memukul Herawati dengan sapu lidi.
"'Kamu ini kerjanya tolol ya? Asal-asalan kamu di sini ya?' Nah, terus habis itu dia ambil, saya kan megang sapu yang buat bersihkan sofa, diambil sapu itu, sapu lidi itu. Ujung gagangnya itu langsung sabetin ke saya, pukulin ke saya. Ke kepala belakang," ungkap Herawati.
"Dipukul sama dia, satu kali pertamanya. Terus dia maki-maki, 'Kamu ini kerja di sini asal-asalan, sembarangan, kamu tolol, kamu bego, kamu gembel'. kan begitu kan. Terus, 'Maaf, Bu. Jangan main tangan dong, Bu. Jangan kekerasan, Bu. Sakit, Bu' saya bilang gitu," tambahnya.
Dari situ, Herawati langsung menghubungi penyalurnya, Nia Damanik, dan melaporkan perbuatan Erin. Namun, tindakan Herawati membuat Erin meradang. Erin bahkan menekankan tak akan membayar gaji Herawati.
"'Iya, Bu, enggak apa-apa, saya enggak digaji juga enggak apa-apa. Yang penting saya keluar, Bu'. Saya bilang gitu, sambil nangis saya di situ. Dia cuma, 'Sudah, kamu jangan jawab terus'. Ditendang lah saya. Kepala saya sampai saya terjengkang ke belakang," tukasnya.
Di sisi lain, Nia kemudian bergegas menjemput Herawati. Herawati juga melayangkan komplain kepada Erin yang sudah main fisik ke pekerjanya.
Sesampainya di rumah Erin, Nia sempat tak diperbolehkan masuk. Pihak Erin bahkan meminta Nia untuk melapor ke polisi jika ingin menemui Herawati. Nia lantas memenuhi permintaan Erin dan datang bersama polisi.
"'Kenapa kamu lapor polisi? Hah? Kamu macam-macam sama saya. Kamu kira saya takut sama kamu? Hah? Kamu jangan macam-macam, saya bisa laporin kamu balik', kata dia gitu. Dipukul lah kepala saya. Terus, 'Ayo, naik ke atas kamu'," kata Herawati mengingat percakapannya dengan Erin.
"Kata saya bilang, 'Enggak, enggak mau, Bu' Saya mikirnya di depan ada polisi, saya harus selamat nih. Saya mikirnya gitu kan. Saya enggak mikirin HP, enggak mikirin gaji, enggak mikirin baju, yang penting saya keluar dari situ," ujarnya.
Di situ lah kembali terjadi percekcokan antara Erin dan Herawati. Erin mencekik Herawati dan berusaha menariknya naik. Herawati ketika itu berusaha untuk membela diri.
"Itu dia sudah narik-narik baju saya, nyekik, tangan satunya nyekik, nyekik leher saya dan narik baju saya. Saya pegangin tangan dia, saya tarik dia juga. 'Enggak, Bu, saya mau keluar. Pokoknya saya mau keluar' , 'Tolong! Tolong!' Saya teriak di situ. Minta tolong," ungkap Herawati.
"'Kamu jangan teriak, kamu jangan teriak. Saya makin marah'. Ya mungkin pakai tenaga dia, masuk ke dalam, terus kecakar saya. Kena kukunya itu. Karena saya nyelamatin diri kan. Saya tarik tangannya dia. Saya tarik ke depan, terus saya lari. Dia sampai balkon, tarik-tarikan itu sampai ke balkon keluar," tukasnya.
Hingga akhirnya Herawati berhasil keluar pagar rumah. Di depan pagar sudah ada penyalur dan polisi yang menjemputnya. Herawati pun pergi tanpa membawa barang-barang pribadinya di rumah Erin.
