kumparan
9 Agustus 2018 19:42

Membandingkan Jejak Karier Komeng dan Mandra

Kolase Artis, Komeng, Mandra
Komeng dan Mandra. (Foto: Munady Widjaja, Nugroho Sejati/kumparan)
Komeng dan Mandra merupakan dua pelawak yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Sudah sejak lama mereka terjun ke dunia hiburan.
ADVERTISEMENT
Komeng pertama kali terjun ke dunia hiburan di acara Drama Komedi yang tayang di TVRI pada 1990. Sementara, Mandra bisa mendekat dengan seni peran setelah tergabung di Lenong Betawi.
kumparan menyandingkan Komeng dan Mandra, mulai dari awal karier hingga kabar terkini.
1. Awal karier
Komeng
Komeng (Foto: Twitter @Agus_Jae)
Karier Komeng di dunia hiburan Indonesia bermula dari acara Drama Komedi yang tayang pada 1990 di TVRI. Di acara tersebut, Komeng kerap bertugas sebagai remaja nakal yang gemar melakukan berbagai hal iseng pada teman-temannya. Selain itu, suaramya yang sengau dengan gaya bicara khas Betawi juga ampuh membuat banyak orang terbahak-bahak.
Suara pria berusia 47 tahun itu kemudian membawanya pada Radio Suara Kejayaan Jakarta, yang terkenal dengan berbagai program komedinya pada 1993. Sebagai penyiar, Komeng mulai mengasah berbagai celetukan yang harus tetap terasa lucu walau tanpa visual. Di radio tersebut jugalah akhirnya Komeng mempelajari seni Stand Up Comedy yang dahulu kerap dipopulerkan oleh almarhum Ateng. Sayangnya, pada 1996 Komeng mengundurkan diri dari radio yang sudah membesarkan namanya tersebut.
ADVERTISEMENT
Terkenal sebagai penyiar Betawi yang aktif melestarikan budaya leluhur, Komeng kemudian bergabung ke Bens Radio Jakarta pada 1996. Di sana kemampuan melucu Komeng kian terasah dan gaya bicara Betawinya pun kian kental. Tak heran jika di tahun yang sama Komeng bersama komedian lain, Ulfa Dwiyanti, terpilih sebagai host utama acara 'Spontan'.
Mandra
Mandra (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Mandra punya kisah awal karier yang jauh berbeda dari Komeng. Ia dari sejak kecil sudah aktif terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya Betawi bersama Lenong Betawi milik Haji Bokir. Selain mempelajari berbagai budaya, Mandra juga diajarkan cara melawak dengan pantun dan berbagai diksi khas Betawi oleh Haji Bokir.
Lenong Betawi Haji Bokir juga akhirnya membawa Mandra remaja semakin dekat dengan industri seni peran Indonesia. Setelah berperan dengan porsi kecil di film 'Cinta Annisa' (1983), 'Yang Masih di Bawah Umur' (1985), dan 'Buronan' (1989), Mandra akhirnya berhasil menjadi salah satu pemeran pembantu utama di film 'Jangan Bilang Siapa-Siapa' (1990) yang juga dibintangi oleh Ray Sahetapy, Lidya Kadou, dan Doyok.
ADVERTISEMENT
Meski mengawali karier sebagai pemain film layar lebar, Mandra justru kian tersohor setelah beralih dan bermain di sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' bersama Rano Karno, Suti Karno, dan Benyamin Sueb pada 1993. Tingkah pria berusia 53 tahun itu saat memerankan tokoh lelaki dewasa pengangguran yang tempramental di sinetron tersebut kerap membuat banyak orang terhibur dan gembira. 
2. Puncak kesuksesan
Komeng
Komeng (Foto: Youtube/MrAidit)
Setelah namanya kian melambung tinggi berkat acara komedi 'Spontan', Komeng makin laris mengisi sesi komedi dalam acara 'Impresario 008' bersama Tessa Kaunang, Malih, dan Parto Patrio di era tahun 2000. Di masa itu, Komeng terus kebanjiran job mengisi sinetron dan acara-acara televisi yang di era itu memang kerap berbau komedi.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2000, Komeng jadi salah satu pemeran di sinetron drama komedi 'Putri Duyung' yang juga diperankan oleh Zainal Abidin Domba dan Ayu Azhari. Kemudian ada 'Lola & Liliput' (2002) yang kembali mempertemukannya dengan Zainal Abidin Domba, serta Diah Permata Sari, juga banyak sinetron komedi lain, seperti 'James Bono', 'Kolor Sakti', dan 'Otak-otak Kuda'.
Sejak sering menjadi salah satu pemain di acara 'Saatnya Kita Sahur' (2007), Komeng kian aktif menjadi presenter dan juru lawak di berbagai acara, mulai dari 'Gong Show' (2008), 'Wara Wiri' (2009), sampai 'Indonesian Lawak Club' (2013).
Mandra
Mandra (Foto: Munady)
Setelah sukses memperkuat 'Si Doel Anak Sekolahan' selama 10 tahun, Mandra yang menciptakan sebuah rumah produksi bernama Viandra Production mulai menjadi pemain sekaligus orang belakang layar di sinetron komedi aksi 'Mandragate' pada tahun 2000.
ADVERTISEMENT
Mandra kemudian terkenal sebagai sosok jenius yang ahli dalam me-remake berbagai film jadul menjadi konyol dan khas betawi. Ia pernah membuat remake film 'Tarsan Kota' dalam format sinetron yang tayang pada 2001 sampai 2002. Ada pula sinetron 'Zoro Kemayoran' yang merupakan remake dari film legenda Spanyol 'Zorro'.
Dari semua sinetron yang Mandra ciptakan bersama Viandra Production, 'Jadi Pocong' bisa jadi juaranya. Sosok Bang Husein yang Mandra perankan, serta Pocong Mumun dan Pocong Jefry sampai saat ini masih terus dikenang, terutama oleh para Generasi X.
3. Kehidupan pribadi
Komeng bersama anaknya
Komeng bersama anaknya. (Foto: Munady Widjaja)
Di tengah popularitasnya, Komeng mempersunting Aprilliana Indra Dewi pada 24 September 1999. Sayang, sudah menikah selama bertahun-tahun Komeng tak juga dikaruniai anak dari rahim Aprilliana.
ADVERTISEMENT
Baru pada 2 Agustus 2006, Komeng menerima anugerah luar biasa setelah tiga anak lahir sekaligus dari rahim sang istri. Mereka pun diberi nama yang cenderung unik, Bagus Athallah Aldi atau Baba, Ganteng Maritza Aldi atau Gaga, dan Cantika Alhayu Aldi atau Caca.
Kebahagian Komeng kian bertambah saat anak-anaknya terus tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan dan cinta pada dunia seni. Sayang, kebahagian Komeng harus sirna saat Caca meninggal dunia di usia 10 tahun pada 27 Agustus 2016.
Di luar cerita kehidupan rumah tangganya, merilis buku memoar bertajuk 'Komeng Undercover' pada 2008. Di sana diceritakan berbagai sisi lain di hidup Komeng yang jarang terekspos media, mulai dari kerja serabutan yang dilakoninya sembari meniti karier sebagai pelawak, hingga tragedi memalukan saat banyak orang tidak tertawa karena tak mengerti lelucon ysng dilantunkannya di atas panggung.
Mandra dan Istrinya, Mila Sari Juwita.
Mandra dan Istrinya, Mila Sari Juwita. (Foto: Munady Widjaja)
Mandra mempersunting kekasih hatihya Mila Sari Juwita pada 1997. Berselang tiga tahun, Mandra akhirnya dikaruniai seorang anak bernama Tia Septiana.
ADVERTISEMENT
Tia adalah satu-satunya anak kandung dari Mandra. Namun, ada pula Sherly Oktaviana yang diangkat anak oleh Mandra sejak usia batita. Hingga kini keluarga kecil Mandra terus hidup bahagia dan lekat pada budaya Betawi.
Beberapa waktu lalu Mandra menceritakan bahwa Tia mulai populer di media sosial. Namun, alih-alih menyuruh sang anak untuk terjun ke dunia hiburan, Mandra justru ingin Tia lebih banyak belajar dan mengenal budaya Betawi. 
"Kalau kita mengerasa punya suku, ya kita harus mengenal budaya kita. Bisa panjang, pendek kita kan tergantung manusianya. Kalau manusia masih ada, ya budayanya masih ada. Kalau manusia ada tapi dia enggak kenal budayanya, ya selesai, tinggal kenangan," kata Mandra.
4. Kabar terkini
Komeng
Komeng. (Foto: Munady Widjaja)
Masih terus menghibur banyak orang di televisi, Komeng ternyata tetap sukses menyelesaikan skripsinya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana jurusan Manajemen.
ADVERTISEMENT
Tenyata, skripsi yang dikerjakannya itu merupakan utang yang harus ia selesaikan. "Saya punya utang janji, suatu saat akan saya selesaikan. Alhamdulillah akhirnya selesai," ungkap Komeng kala itu.
Hanya demi menuntaskan janjinya lulus S1, Komeng pun rela rehat sejenak di dunia hiburan. Ia pun tak terlihat ragu dalam mengurangi aktivitas keartisan kendati hal tersebut pastinya bisa sedikit mengurangi penghasilan di dompetnya.
"Break dulu. Tapi nggak bisa sambil bekerja. Saya harus naek gunung, bukan turun gunung,  apalagi turun berok," canda Komeng.
Mandra 'Si Doel The Movie'
Mandra 'Si Doel The Movie' (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
Sementara, Mandra yang sempat lama menghilang dari dunia hiburan justru kembali bersama 'Si Doel the Movie' yang tayang pada 2 Agustus lalu.
Mandra merasa bangga karena bisa ikut shooting film tersebut di negeri Belanda. Namun, saat film hendak diputar secara premiere di Negeri Kincir Angin tersebut, Mandra justru menangis lantaran ia ingat mimpi almarhum Benyamin Sueb yang amat mengidam-idamkan budaya betawi bisa mendunia.
ADVERTISEMENT
"Ya ini kan (bawa budaya betawi). Jadi visi misi beliau (Benyamin)," kata Mandra kala itu sembari berlinang air mata.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan