Mengenang Kontribusi Glenn Fredly di Industri Musik Indonesia

8 April 2021 14:30 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jenazah Glenn Fredly saat diturunkan ke liang lahat di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (9/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Jenazah Glenn Fredly saat diturunkan ke liang lahat di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (9/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
ADVERTISEMENT
Glenn Fredly kini telah tiada. Ia meninggal dunia pada 8 April 2020 setelah berjuang melawan penyakit meningitis.
ADVERTISEMENT
Meski raganya sudah tak ada lagi di dunia ini, musisi asal Ambon tersebut tetap selalu dikenang banyak orang. Bukan hanya karena karya-karyanya yang indah, tapi juga karena kontribusinya dalam industri musik Indonesia.
Untuk mengenang satu tahun kepergiannya, berikut kumparan merangkum sederet kontribusi Glenn Fredly di industri musik Tanah Air.
Glenn Fredly. Foto: Alexander Vito/kumparan
Pelantun lagu Januari ini bergabung dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu,dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI). Ia turut serta dalam kepengurusan PAPPRI bersama musisi lain seperti Dwiki Dharmawan, Katon Bagaskara, dan pengamat musik Bens Leo.
Dalam acara pelantikan kepengurusan PAPPRI tahun 2017 lalu, Glenn mengatakan dirinya sedih melihat musisi Indonesia yang di hari tuanya tak bisa menikmati kehidupannya. PAPPRI diharapkan bisa menjadi jawaban bagi insan-insan musik Indonesia. Sehingga, ekosistem permusikan di Indonesia dapat berjalan dengan baik.
ADVERTISEMENT
“Harapannya dengan keberadaan kepengurusan PAPPRI yang baru semangatnya untuk mendorong, pertama integrasi ekosistem musik di Indonesia supaya semangatnya adalah jalan bersama, kolaborasi. Jadi enggak bisa lagi berjalan sendiri sendiri. Musik Indonesia ini harus dilihat secara menyeluruh, enggak bisa dilihat cuma sekadar hiburan, tapi harus dilihat juga bagaimana hak ciptanya, insan-insannya,” ungkap Glenn, dalam sebuah wawancara.
Glenn Fredly & Intimate Konser di M Bloc Live House, Jakarta, pada Kamis (14/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Tak cuma menjadi pengurus di PAPPRI, Glenn juga menjadi Ketua Komite Konferensi Musik Indonesia (KAMI). Konferensi ini pertama kali digelar pada 2018 lalu di Ambon.
Kala itu, lahir 12 pokok pembahasan yang berujung menjadi RUU Permusikan. Meski banyak mendapat kecaman, Glenn dan KAMI Musik Indonesia tak henti-hentinya mengawal, bahkan mengadvokasi RUU Permusikan.
ADVERTISEMENT
Di konferensi musik 2019 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, hal itu pun kembali dibahas. Selain itu, dibahas pula mengenai tata kelola industri musik yang hingga saat ini memang belum bisa berjalan dengan baik.
Anggota DPR Anang Hermansyah (kanan) dan musisi Glenn Fredly (kiri) saat diskusi RUU permusikan di Cilandak town square Jakarta Senin (4/2). Foto: Ronny/kumparan
Glenn Fredly menjadi salah satu musisi yang merumuskan RUU Permusikan bersama Anang Hermansyah yang saat itu masih menjabat sebagai anggota DPR Komisi X.
Namun, banyak rekan-rekan musisi mempermasalahkan sejumlah pasal dalam RUU Permusikan dan berujung pada ditolaknya RUU tersebut. Pengamat musik Bens Leo pernah mengatakan bahwa Glenn cukup kecewa karena belum berhasil memperjuangkannya.
"Jadi Glenn berjuang agar musisi sejahtera dan juga terhadap undang-undang hak cipta yang implementasinya di lapangan itu juga, Glenn yang paling memperjuangkan di sana termasuk melahirkan kongres musik yang pertama di Ambon itu sukses, tapi yang kedua di Bandung tidak terlalu sesuai harapan," kata Bens Leo, dilansir Antara pada April 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
Glenn Fredly. Foto: Instagram @glennfredly309
Pada 2011, Glenn Fredly mendirikan Yayasan Rumah Beta di Ambon, Maluku. Yayasan itu sengaja ia dirikan untuk menaungi seniman muda di Timur Indonesia.
Bukan cuma menemukan bakat-bakat muda, Yayasan Rumah Beta juga menyediakan berbagai hal penunjang, mulai dari studio rekaman hingga rumah yang menjadi sanggar tari.
Hingga saat ini, yayasan tersebut masih berdiri. Ada banyak anak muda di Ambon yang akhirnya bisa menyalurkan bakat berkat Yayasan Rumah Beta.
Glenn Fredly & Intimate Konser di M Bloc Live House, Jakarta, pada Kamis (14/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sejak awal tahun 2019, pemerintah pusat sudah berusaha menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia melalui UNESCO. Tertarik dengan gagasan itu, Glenn pun sempat membuat petisi di change.org.
Lewat petisi itu, pelantun Januari tersebut mengajak banyak orang untuk turut mendukung usaha pemerintah tersebut. Sebab, Glenn yakin, terpilihnya Ambon sebagai kota musik dunia akan berdampak baik bagi industri kreatif Indonesia secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
Pada Oktober 2019, UNESCO akhirnya secara resmi menetapkan Ambon sebagai Kota Musik dunia. Terlebih karena Ambon adalah kampung halaman Glenn.
Mural Glenn Fredly di Panglima Polim dan M Bloc Space. Foto: Alexander Vito/kumparan
Bersama lima orang lain, Glenn Fredly menggagas berdirinya M Bloc Space. Memanfaatkan lahan Peruri di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, hingga kini M Bloc Space menjadi salah satu tempat hiburan terpopuler di Jakarta.
Bukan cuma menyediakan hiburan, M Bloc Space juga selalu menggelar berbagai acara yang bisa meningkatkan minat anak muda terhadap kultur dan budaya di Indonesia. Meski Glenn Fredly telah berpulang, M Bloc Space masih akan terus berdiri dan melanjutkan pejuangan edukasi.
Selain itu, M Bloc Space juga memberi ruang bagi seniman jalanan untuk mengekspresikan diri. Bahkan, berkat M Bloc Space, dikembangkan pula teknologi pemberian upah bagi pengamen via aplikasi. Di masa depan, tentu inovasi tersebut akan sangat berguna.
ADVERTISEMENT
Saat ini, gambar mural Glenn Fredly terpampang di M Bloc Space untuk mengabadikan jejaknya di sana.
Foto jenazah Glenn Fredly di samping peti jenazah. Foto: Dok. Istimewa
Glenn Fredly memang sudah sukses di industri hiburan Tanah Air. Akan tetapi, ia tak pernah melupakan jasa-jasa musisi senior lainnya.
Untuk mengpresiasi para musisi, Glenn kerap menggelar Konser Tanda Mata. Konser tersebut biasanya dihelat pada 30 September, tepat di hari ulang tahunnya.
Di tahun pertama, Glenn mendedikasikan konser tersebut untuk Ruth Sahanaya, lalu Slank, Yovie Widianto, dan Koes Plus. Di konser itu, Glenn akan memberi plakat bagi para musisi.
Bukan cuma itu, Glenn juga menyediakan satu segmen khusus untuk mengenang pelaku industri yang meninggal dunia. Mulanya, Glenn ingin mengembangkan Tanda Mata menjadi sebuah institut, tapi Tuhan berkata lain. Glenn sudah lebih dulu berpulang ke pangkuan-Nya.
ADVERTISEMENT