Mengenang Perjalanan Karier Advent Bangun

Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor Advent Bangun mengembuskan napas terakhir pada usia 65 tahun. Sebelum meninggal dunia, ia diketahui tengah berjuang melawan penyakit gagal ginjal.
Aktor bernama lengkap Thomas Advent Perangin-angin Bangun itu lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara, pada tanggal 12 Oktober 1952. Sebelum terjun ke industri hiburan, Advent merupakan seorang atlet Karate. Hal itulah yang kemudian membawanya menjadi seorang aktor laga.
Ia memulai debutnya di dunia hiburan pada tahun 1976 dengan membintangi sebuah film berjudul 'Rajawali Sakti'. Kemudian dilanjutkan dengan membintangi beberapa film lain seperti 'Dua Pendekar Pembelah Langit', 'Krakatau', dan 'Golok Setan' di tahun-tahun berikutnya.
Nama Advent semakin dikenal oleh banyak orang sejak bermain dalam film 'Si Buta dari Gua Hantu' di tahun 1985. Dalam beberapa filmnya, Advent kerap disandingkan dengan aktor Barry Prima. Sejak awal kariernya, hingga saat ini, kurang lebih ada 60 judul film yang pernah dibintanginya.

Selain bermain film, Advent juga turut berlaga dalam beberapa judul sinetron di sepanjang tahun 1990-an. Beberapa judul sinetron yang pernah ia bintangi adalah 'Mahkota Mayangkara', 'Mahkota Majapahit', 'Kaca Benggala', dan 'Singgasana Brama Kumbara'.
Kekayaan dan popularitas ternyata sempat membuat sosok Advent menjadi tinggi hati. Oleh karena itu, ia sempat terpuruk dan harus menghadapi titik terendah dalam hidupnya. Namun sang istri, Lois Riani Amalia, senantiasa mendampingi sang suami, dan selalu memanjatkan doa-doa untuk suami tercintanya tersebut.
Hingga pada akhirnya, pemain film 'Bukit Berdarah' ini pun sadar dari segala kesalahannya dan keinginan untuk bertaubat pun singgah di hati Advent. Sejak melewati masa-masa sulit itu, Advent pun akhirnya memilih untuk banting setir menjadi seorang pendeta, dan mengabdikan hidupnya untuk berdoa kepada Tuhan.
Nama barunya setelah menjadi seorang pendeta adalah Pendeta Muda Thomas Bangun. Sebagai pendeta muda, ia memiliki karunia khusus dalam pelepasan dan penyembuhan. Banyak orang yang mengaku telah diselamatkan jiwa dan raganya oleh Advent.
Namun kini, Advent telah tiada. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Advent sempat menjalani perawatan di RSUP Fatmawati karena penyakit gagal ginjal yang telah ia derita selama beberapa waktu terakhir. Ia pun harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu sejak bulan April 2017.

Salah satu kerabat dekat Advent, Obaja Kusumonegoro, mengatakan bahwa kondisi Advent sempat membaik beberapa hari yang lalu, sebelum akhirnya menurun dan meninggal dunia.
"Dia sempat pulang ke rumah, lalu masuk ke rumah sakit lagi, kemudian meninggal," ucap Obaja saat dihubungi kumparan (kumparan.com) pada Sabtu (10/2).
Selama dirawat di rumah sakit, Komunitas Aktor Laga Indonesia yang diwakili oleh Ki Kusumo, Lella Anggraini, Slan Tjakra, dan Herdi Khiladi sempat menjenguk Advent. Mereka bahkan berencana melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan biaya pengobatan Advent.
"Kami ini semua dari Komunitas Laga, kalau orang-orang laga ‘kan dari dulu sampai sekarang kelihatan. Begitu satu enggak ada, kami nyari, (Advent), ke mana nih? Gimana kabarnya? Ternyata lagi sakit parah. Makanya, kami sebagai teman, hari ini ramai-ramai dateng,” ujar Ki Kusumo saat ditemui di RSUP Fatmawati, belum lama ini.
