Kumparan Logo

Meninggal karena COVID-19, Tepeng 'Steven and Coconuttreez' Sempat Dirawat di RS

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vokalis Steven and Coconut Treez, Steven N. Kaligis. Foto: Instagram.com/stevenjam_official
zoom-in-whitePerbesar
Vokalis Steven and Coconut Treez, Steven N. Kaligis. Foto: Instagram.com/stevenjam_official

Duka menyelimuti hati para pecinta musik reggae Indonesia. Salah satu ikon reggae, Steven Kaligis atau yang akrab disapa Tepeng, meninggal dunia pada Selasa (22/6).

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh manajer Steven & Coconuttreez, Putra.

"Iya benar (meninggal). Jam 7.30 WIB," ungkap Putra saat dihubungi via telepon, Selasa.

embed from external kumparan
Vokalis Steven and Coconut Treez, Steven N. Kaligis. Foto: Instagram.com/stevenjam_official

Dalam kesempatan itu, Putra membeberkan apa penyebab kepergian Tepeng. Pelantun Long Time No See itu sempat diketahui positif COVID-19 dan dirawat di rumah sakit di kawasan BSD, Tangerang Selatan.

"(Penyebabnya) COVID-19. Sempat dirawat di Rumah Sakit Medika," tuturnya.

embed from external kumparan

Namun, Putra tak bisa memberikan informasi lain terkait kepergian Tepeng. Ia mengaku akan membuat live IG saat konferensi pers.

"Nanti kita live Instagram, ya, untuk press conference, ini kita urus rumah sakit dulu, ya," tutup Putra.

Tepeng meninggal dunia di usia yang tergolong muda, yakni 46 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Molidda Hanney, yang dinikahinya pada 2014.

embed from external kumparan

Tepeng sendiri mulai terkenal bersama Steven & Coconuttreez sejak awal era 2000-an. Namanya mereka melambung berkat single Welcome To My Paradise.

Hingga akhir hayatnya, Tepeng sudah sukses menghasilkan 3 studio album dan 1 live album bersama Steven & Coconuttreez. Ia pun memiliki 2 album bersama band alternativd reggae bentukannya, Steven Jam.